oleh

Mengandung Babi, Dinkes Tarik Mie Samyang

-Kesehatan-226 views

PRABUMULIH – Menindaklanjuti intruksi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik Mie Samyang yang mengandung babi, Dinas Kesehatan kota Prabumulih bersama dinas terkait kemarin melakukan razia di sejumlah tempat perbelanjaan.
Kepala Dinas Kesehatan dr H Tedjo Thajono S MPh melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sugiarto SKm menuturkan, razia mie samyang tersebut dilakukan di 4 Indomaret dan Alfamart. “Hasilnya di Indomaret maupun Alfamart ada Mie tersebut, namun saat kami sidak Mie sudah ditarik dibelakang tidak lagi dijual,” kata Sugiarto.
Disinggung apakah sidak tersebut telah bocor? Mengingat Mie Samyang sudah ditarik dari pajangan dan ditarik digudang. “Tidak juga, karena kata petugas toko memang sudah diminta oleh bosnya untuk disingkirkan, jangan dijual lagi,” imbuhnya.
Sidak yang melibatkan Dinas Perdagangan dan satuan Polisi Pamong Praja tersebut kata Sugiarto, lantaran Mie Samyang yang tak memiliki label halal dari MUI tersebut diintruksikan untuk ditarik. “BPOM mengakui kecolongan, karena langsung memberikan rekomendasi tanpa konsultasi ke MUI. Dan sudah ada instruksi untuk menariknya,” bebernya.
Selain melakukan sidah Mie Samyang di Indomaret dan Alfamart yang berada di kawasan Pangkul, Cambai dan Gunung Ibul (depan Rumdin). Sidak juga dilakukan di agen pertokoan yang ada di kawasan RSUD.
Hasilnya kata Sugi, terdapat sejumlah makanan kadaluarsa yang dijual oleh pemilik toko. “Banyak kue dan makanan Kadaluarsa terutama mie bungkus,” ucapnya.
Saat ini jelas dia, baik Mie Samyang maupun makanan kadaluarsa maupun mie kadaluarsa hasil sidak telah diamankan untuk dimusnahkan. “Sudah dibawa ke Dinkes untuk dimusnahkan nanti,” tuturnya.
Lebih jauh Sugi berharap agar kiranya pedagang memperhatikan jenis produk yang akan dijual. “Kita minta juga, kalau tidak ada bahasa indonesianya apalagi label Halal untuk tidak dijual. Kalau ada home industri yang akan menitip tidak langsung diterima, pastikan dulu keamanannya halalnya,” pesannya.
Sementara itu Kepala Dinas Pedagangan Junaidi SP melalui Kabid Perdagangan H Idris menuturkan, pihaknya langsung memberikan peringatan kepada pemilik toko yang kedapatan menjual makanan kadaluarsa tersebut. “Termasuk Alfamart dan indomaret, juga diperingatkan, masih ada pembinaan dengan membuat surat pernyataan tidak akan menjual barang tersebut. Sembari sosialisasi juga kita ingatkan, itu membahayakan konsumen apabila masih membandel tentu ada sanksi,” pungkasnya.(05)

News Feed