oleh

Membandel, Belasan Lapak Diangkut Paksa

PRABUMULIH – Penertba pasar tumpah terus dilakukan oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Penanggulangan Bencana, dan Pemadam Kebakaran. Kali ini sedikitnya sekitar 15 lapak milik pedagang kaki lima (PKL) diangkut paksa petugas.

Belasan lapak itu milik para PKL yang dianggap membandel karena tetap berdagang melebihi ketentuan waktu yakni pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Sat Pol PP Penanggulangan Bencana, dan Pemadam Kebakaran, Ibrahim Cik Ading SH MH menyebutkan, sebelum penindakan pihaknya memberikan imbauan dan peringatan kepada para Pedangang Kaki Lima (PKL). Tetapi, sayangnya imbauan dan peringatan tak kunjung diindahkan.

“Tanpa pandang buluh, lewat pukul 06.00 WIB pasar tumpah harus bubar. Karena, arus lalin di Pasar Inpres ini sudah mulai padat,” kata Mantan Kepala UPTD Pasar kepada koran ini.

Pihaknya tidak mempermasalahkan pedagang hendak memulai lebih awal berdagang di pasar tumpah Pasar Inpres. Menurutnya, asalkan pukul 06.00 WIB semuanya sudah bubar. Sehingga, tidak menganggu arus lalin jalan.

“Biasanya kan, start pukul 02.00 WIB pasar tumpah ini. Kalau mau pukul 10 malam dimulai tidak masalah, asalkan paginya jangan lewat pukul 6 pagi. Semua pedagang harus sudah bubar,” tukasnya.

Ia menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah berkordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi masalah pasar tumpah. Tetapi, sejauh ini pihaknya masih bekerja sendiri melakukan penertiban.

“Sudah kita ajak, untuk bersama-sama menertibkan pasar tumpah ini. Tetapi, pas pelaksanaannya seperti kemarin kita sendiri yang bergerak melakukan penertiban,” ujarnya.

Lanjutnya, para PKL yang disita lapaknya didata. Untuk selanjutnya, diberikan peringatan keras. Jika kembali melanggar, jelas akan ada sanksi tegas. Hal ini, untuk memberikan efek jera kepada PKL agar tidak berdagang lewat waktu yang ditetapkan. “Yang bandel, selain kita data PKL-nya. Lapaknya kita amankan sementara,” ucapnya.

Topan (27), salah satu PKL pasar tumpah mengaku, kalau dirinya salah dan telah melanggar ketentuan. Tetapi, apa daya karena sudah menjadi pencarian rutin dan makin pagi makin ramai. Tidak ada pilihan, untuk tidak berdagang di pasar tumpah.

“Namonyo cari makan pak, makin pagi makin rame wong belanjo. Sayang kan pak, kalau tutup duluan sementaro yang lain masih dagang. Walaupun lewat jam yang ditentukan,” tukasnya. (06)

News Feed