oleh

Melawan Mau Kabur Idi Arfian Didor Petugas. Bobol Rumah Polisi

PRABUMULIH – Salah satu tersangka pencurian dan pemberatan (curat) kembali berhasil diringkus petugas Polsek Prabumulih Barat. Bahkan, tersangka, Idi Arfian (35), warga Jalan Dahlia RT 01/RW 02 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Barat terpaksa didor petugas karena berusaha melawan dan hendak kabur ketika diringkus.

Ditangkapnya tersangka, didasari laporan Risnaldi Setiawan, Anggota Polri bertugas di Polres Prabumulih yang rumahnya dibobol hingga menimbulkan kerugian Rp 20 juta di Jalan Simpang Tiga Gunung Kemala RT 01/RW 02 Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Modus digunakan tersangka melakukan aksinya, caranya mencongkel jendela rumah korban dan mengambil handphone (HP) milik korban.

Informasi dihimpun koran ini, penangkapan tersangka bermula didapatnya informasi tentang keberadaan tersangka di Jalan Sudirman Kawasan Pasar Inpres. Petugas dibawah pimpinan Kanit Reskrim, Ipda Darmawan SH langsung bergerak pada Senin lalu (23/7), sekitar pukul 20.00 WIB. Akhirnya, berhasil diciduk dan diamankan.

Namun, karena ketika ditangkap tersangka berusaha melawan dan hendak kabur. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur, setelah melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tidak dihiraukan oleh pelaku, sehingga membuat petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.

Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone milik korban.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Murshal Mahdi SE MM didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan SH membenarkan penangkapan pelaku pencurian tersebut. Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Karena memberikan perlawanan saat akan ditangkap, pelaku akhirnya kita lumpuhkan di kakinya. Akibat ulahnya, pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas Murshal.

Sambungnya, kasus masih terus dikembangkan, untuk mengungkap kasus serupa. Diduga, ada keterkaitan dengan tersangka ditangkap. “Tersangka, sudah kita jebloskan ke penjara. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed