oleh

Masih Ngajar Sampai Habis Kontrak

//Guru yang Tak Lulus Uji Kometensi

PRABUMULIH – Kebijakan Managemen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Prabumulih untuk mengambil tenaga pendidikan yang berkompetensi, dengan menggelar secara resmi uji kompetebsi di sekolah dan terbuka secara umum, tidak disambut baik oleh semua orang.

Bahkan pihak MAN diduga memberhentikan guru honorer. Padahal hal tersebut merupakan kesepakatan bersama, serta berdasarkan kontrak kerja yang sudah ditanda tangani oleh tenaga honorer sebelumnya.

“Kita mendengar ada yang bilang kalau MAN itu memecat guru Honor, itu tidak masalah karena mereka tidak tau. Pada kenyataannya kita berupaya memberikan yang terbaik untuk MAN 1 Kota Prabumulih,” jelas Kepala madrasah Aliyah Negeri Kota Prabumulih, Muslin Arif Spd MSi melalui Panitia Uji Kompetensi Andi Harry Kusuma MPd.

Menurutnya, dari hasil sleksi sebanyak 11 orang guru yang yang ikut tes, hanya 3 orang guru honorer dari MAN 1 yang lulus. Selebihnya hanya akan meneruskan

bekerja hingga habis masa kontrak saja.  “Terkait guru honorer yang tidak lulus, mereka masih bekerja atau mengabdikan diri di MAN sampai selesai tahun pelajaran 2020-2021,” jelasnya.

Lebih jauh pria ini mengatakan agar masyarakat tidak menelan infrormasi yang didapatkan tanpa mengetahui kebenaran. Sehingga mendapatkan informasi yang tidak benar.

“Ada baiknya masyarakat lebih cerdas. Jika memang belum tau kebenaran informasi, silahkan dikonfirmasi sebelumnya,” ajaknya. Diketahui dari hasil sleksi calon tenaga kependidikan di MAN 1 Prabumulih, ada sebanyak 11 orang yang lulus dari 128 pelamar. Sleksi dilaksanakan melalui uji kompetensi, soal di sediakan dari pihak ke tiga. serta ujian baca tuli al Qor’an dan bacaan shalat hingga wawancara.

“Yang ikut sleksi bukan hanya guru honorer, namun juga guru ASN di MAN 1 sebagai pemetaan. tujuan kita tak lain adalah untuk meningkatkan kwlaitas lulusan MAN 1 dengan memiliki tenaga pengajar yang berkompeten,” tandasnya. (05)

Komentar

News Feed