oleh

Masih Banyak Guru Belum Vaksin

//Jumlahnya Lebih 50 Persen

PRABUMULIH – Meskipun wacana pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang sudah mulai merebak, namun sampai saat ini jumlah guru yang sudah mendapatkan suntikan vaksin covid 19 belum mencapai angka 50%.

Artinya masih sangat banyak tenaga kependidikan sebagai Garda terdepan di dunia pendidikan yang belum mendapatkan suntikan kekebalan tubuh tentang ikhtiar untuk melawan virus Corona saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang pembinaan SD Sri Septi Wartini SPd MH saat dibintangi koran ini mengatakan bahwa untuk tenaga kependidikan SD masih sangat sedikit sekali jumlah guru yang mendapatkan suntikan vaksin. Data yang diminta pun sangat sedikit sekali setiap kesempatan hanya 30 orang saja.

“Kita hanya menyetor nama sesuai yang diperintahkan oleh panitia gugus tugas kokpit 19 yang akan melakukan pengaturan jadwal penyuntikan vaksin. Seperti hari ini minta tambahan sebanyak 30 nama yang akan di vaksin, kita minta nama dari sekolah yang sudah siap,” jelasnya.

Hal sama dituturkan Kabid Pembinaan SMP Nopri Adison SPd MSi, kemarin (2/6/2021) ini diminta untuk mendaftarkan sebanyak 120 nama guru dari SMP sebagai calon penerima suntikan vaksin covid 19.  “dalam pembagian tersebut kita serahkan kepada kepala sekolah. untuk menyetorkan nama-nama yang sudah siap divaksin. Sehingga tidak merugikan karena keraguan, atau penundaan,” jelasnya.

Menurut Nopri untuk jumlah tenaga pendidikan di SMP ada sekitar 1.800 orang, dan sampai sekarang belum mencapai 50% jumlah guru yang sudah divaksin.

“Harapan kita, semuanya dapat diberikan suntikan vaksin, sebelum penerapan sekolah secara tatap muka. kita hanya perlu bersabar Insya Allah semuanya akan mendapat giliran. Selain itu ada beberapa guru yang vaksin secara mandiri ke puskesmas atau ke rumah sakit namun belum melapor ke kita,” tandasnya.

Diketahui untuk tenaga pendidik di SMP tahap pertama 12 seluruhnya adalah kepala sekolah, tahap ke 100 guru. Tahap ke 3 sebanyak 60 orang guru dan ke 5 diminta 120 orang guru.

“Yang penting nama sudsh disetor, masalah jadwal penyuntikan nanti akan diinformasikan kembali oleh pihak tim gugus tugas covid 19,” pungkasnya.(05)

Komentar

News Feed