oleh

Masih Ada Sekolah Tolak Imunisasi MR

-Kesehatan-161 views

PRABUMULIH – Sejauh ini, Puskesmas Prabumulih Timur telah melakukan imunisasi MR sebesar 54 persen di sekolah-sekolah di wilayahnya. Dari target, 90 persen yang ditetapkan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Kendalanya, menurut Kepala Puskesmas Prabumulih Timur, dr H Ade Nur Ichlas mengatakan, adanya sejumlah sekolah yang menolak siswanya untuk diimunisasi MR, mendukung program pemerintah mencegah penyakit campak dan rubella.
“Harusnya jangan sekolah yang menolak. Tetapi, biarkan orang tua siswa yang memutuskan mau atau tidak. Siapa tahu ada orang tua siswa, tidak berkeberatan anaknya di imunisasi MR,” ujar Ade, Kamis (27/9).
Apalagi, kata dia Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan atau telah menyatakan vaksin MR itu mubah. “Perlu diperhatikan manfaatnya, karena penyakit ini jika terkena ibu hamil akan menimbulkan kecacatan hingga kematian pada janin sehingga perlu adanya eliminasi penyakit tersebut di masyarakat. Selain itu, lebih baik mencegah ketimbang mengobati. Makanya, bagi anak yang belum divaksinasi MR supaya segera dibawa ke puskesmas terdekat,” bebernya.
Masih banyaknya, anak yang belum divaksinasi MR. Puskesmas Prabumulih Timur sendiri, sekarang membuka pelayanan untuk imunisasi MR. “Setiap hari senin dan kamis, kita sediakan layanan imunasi MR. Gratis biayanya, silakan datang saja ke Puskesmas Prabumulih Timur dan bawa anaknya untuk diimunisasi MR,” ucapnya.
Sementara itu, Beta, salah satu perawat mengungkapkan, antusias warga mevaksinasi anaknya setiap minggunya relatif tinggi. Setiap senin dan Kamis, kata dia sekitar 40-50 anak yang divaksinasi MR di Puskesmas Prabumulih Timur.
“Banyak ibu-ibu yang membawa anaknya ke sini, untuk divaksinasi setiap Kamis. Karena, merasa perlu dan penting anaknya divaksinasi MR,” sebutnya.
Selain itu, untuk mendapatkan vaksinasi MR. Kata dia, hanya perlu datang dan mendaftar. Untuk vaksinasi MR, tidak dikenakan biaya alias gratis. “Datang saja ke puskesmas, gratis,” bebernya.
Siska, salah satu ibu mengatakan, rela mengimunisasi anaknya demi kesehatan. Karena, kalau sudah terkena campak dan rubela bisa membahayakan kesehatan anak. “Mendingan dicegah, ketimbang kena. Selain itu, imunisasi ini gratis dan tidak dipungut biaya. Tinggal datang ke puskesmas saja,” bebernya. (03)

News Feed