oleh

Masalah Serius, DPRD Surati Pertagas. Julukan Kota Gas Nasional Terancam Dicabut?

-Metropolis-164 views

PRABUMULIH – Tunggakan pelanggan gas kota yang mencapai Rp 29 Miliar, membuat heboh masyarakat dan menimbulkan pro kontra terutama pelanggan gas kota. Apalagi, sejumlah pelanggan merasa tunggakan tersebut bukanlah sepenuhnya karena pelanggan sengaja tak membayar. “Permasalahan dilapangan terkadang kami ingin bayar tapi belum menerima ID. Ini yang kami keluhkan sampai saat ini,” keluh Kusuma dan sejumlah pelanggan lainnya. Ia berharap, agar PD Petro Prabu juga melakukan pembenahan. “Sebelum menyalahkan pelanggan, mereka harusnya berbenah terlebih dahulu. Fokuskan bagaimana caranya supaya masyarakat mudah membayar,” bebernya.

Sementara itu, apa yang dihadapi saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Bila kedepan gas kota akan benar-benar diputus. “Gawat kalau nak diputus, ado ribuan pengguna gas kota, kalau putus bakal make gas melon lagi sementaro gas lah mulai langkah sekarang,” ungkap Ari warga lainnya. Ketua DPRD H Ahmad Palo SE, mengutarakan DPRD akan berupaya untuk mencari solusi terkait permasalahan yang dihadapi PD Petro Prabu saat ini. “Ini masalah serius yang kami lihat, yang harus segera ditindaklanjuti tidak cukup DPRD tapi peran Pemkot dan Petro Prabu sendiri itu yang paling penting” tegas Palo. DPRD ungkap Palo, akan melayangkan surat Pertagas Niaga untuk duduk bersama membahas permasalahan tersebut. “Kita siap kesana atau mereka kesini kita siap,” imbuhnya.

Disinggung terkait keluhan pelanggan, yang tak menilai tunggakan dikarenakan managemen PD Petro Prabu yang belum maksimal. Anggota DPRD III periode ini, apa yang disampaikan masyarakat tidaklah berlebihan. “Dengan jaringan yang ada sekarang ini kita sudah terhutang 29 miliar lebih. Kita tidak bisa semata kondisi ini menyalahkan masyarakat konsumen, tapi kita juga dengarkan dari konsumen bahwa ada kekeliruan kesalahan ada kelemahan yang dilakukan petro prabu sebagai operatornya disini,” jelasnya.

Lalu, dengan permasalahan yang ada saat ini akankan berimbas pada julukan kota prabumulih sebagai percontohan gas nasional. Apalagi banyak masyarakat khawatir, bila Prabumulih kota gas bisa dicabut. “Itu yang kami juga takutkan. Ini permasalahan serius karena kalau ini tidak ditindaklanjuti kita khawatir seperti MRT Palembang diputus PLN. Apabila ini diputus Pertagas, yang rugi masyarakat. Sehingga kami ingin ini segera diselesaikan,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed