oleh

Mantan Lurah Karang Jaya Tak Terima Dicopot. Siap PTUN-kan SK Wali Kota

PRABUMULIH – Mutasi terhadap Lurah Karang Jaya, Sudirman Hadi SP berbuntut panjang. Informasinya, Sudirman tidak terima diganti dan akan melaporkan SK Walikota terkait pergantian itu kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Pasalnya, mantan pelaksana Dinas Pertanian Kota Prabumulih ini menganggap bahwa statmen Sekretaris Daerah (sekda) mengenai hasil evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) yang tidak jelas.

Padahal baru saja mendapatkan bantuan bangunan rumah tidak layak huni sebanyak 55 unit dari anggaran pendapatan belanja nasional dan anggaran pendapatan belanja daerah tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk tahun anggaran 2019 dan 2020. Hal ini sebagai Wujud dukungan terhadap program kerja Pemerintah Kota Prabumulih.
“Selama 2 bulan menjabat, memang banyak aktivitas di luar dan mengikuti kegiatan apel di Pemerintah Kota Prabumulih. Mungkin saat tim evaluasi melakukan penilaian saya tidak ada di lokasi karena sedang Dinas luar untuk urusan Kelurahan,” jelasnya.

Selain itu Sudirman juga mempertanyakan bahwa posisinya saat ini sedang non job dan hal ini sangat bertentangan dengan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa itu hanya berlaku untuk ASN yang sedang dalam hukuman indisipliner, baik ringan, sedang maupun berat.

“Dalam UU No 5 tahun 2014, ASN tidak mengenal non job,”tandasnya. Terkait keluhan dari Mantan Lurah Karang Kaya, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Prabumulih, Beni Rizal SH MH mengatakan, bahwa pelaksanaan pelantikan dan siapa yang akan dilantik, merupakan hak prerogratif Walikota Prabumulih.

Sehingga saat yang bersangkutan tidak terima dengan apa yang sudah ditentukan, dirinya menyarankan untuk mengadu ke PTUN. “Kita melakukan perolingan itu memang secara rutin, dan hal ini berdasarkan berbagai pertimbangan dari laporan masyarakat hingga penilaian kinerja yang dilakukan oleh baperjakat,” jelasnya.

Sementara mengenai ASN yang nonjob, Beni mengatakan bahwa saat ini sedang mempertimbangkan posisi yang tepat untuk orang yang bersangkutan. “Ibarat mobil saat ini ASN yang belum ada jabatan, masih di parkiran dulu, sambil mencari posisi yang tepat. Siapa tahu setelah posisi sebelumnya ada jabatan yang lebih tepat lagi dan lebih baik lagi yang bisa dilakukan oleh pegawai yang sedang tidak ada jabatan,” tandasnya. (05)

Komentar

News Feed