oleh

Majasari-Karang Raja Minta Diprioritaskan

-Kecamatan-115 views

PRABUMULIH – Rencana normalisasi sungai Kelekar yang sudah masuk dalam proses lelang. Anggarannya Rp 9,2 miliar dari dana APBN menjadi kabar baik bagi masyarakat.
Nah, terkait itu masyarakat yang bermukim dibantaran kelekar, khususnya sekitar Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan dan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, berharap normalisasi di wilayah tersebut diprioritaskan.
“Kemarin kan dimulai diwilayah arah Gunung Ibul, ini kalau normalisasi nak dikerjakan kami minta tempat kaki didahulukan,” kata Rukmini warga RT 6 RW 4 Majasari.
Harapan itu kata Rukmini, mengingat saat ini kondisi talud sungai kelekar disekitar tempat tinggalnya sudah amblas. “Sudah beberapa kali amblas, sudah tersisa beberapa meter dari pacar rumah, jadi kemarin gotong royong buat talud swadaya dengan masyarakat,” jelasnya.
Ketek warga lainnya menyampaikan, talud yang amblas sudah memakan jalan setapak yang sudah dipasang batako. “Jalannyo melok amblas, banyak yang campak kesungai. Sekarang kondisi amblas terus melebar, oleh terbangun sungai kalau lagi banjir,” terangnya.
Ketua RT 06 RW 04 Kelurahan Majasari Gunadi mengakui, kawasan kelekar Majasari yang berbatasan dengan Karang Raja sudah kagak untuk diprioritaskan. “Karena memang sejauh ini, banjir karena belum dinormalisasi. Selain banyak amblas, sungai jugo sudah dangkal ditengah,” beber ayah dua anak ini.
Seperti diketahui, normalisasi kelekar kota Prabumulih akan kembali dilanjutkan tahun 2019 ini. Informasi itu disampaikan oleh Kepala Dinas PU H Beni. “Normalisasi sungai kelekar dalam proses lelang, dengan pagu anggaran Rp 9,2 miliar didanai APBN dan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai,” ungkap kadis PU.(08)

Komentar

News Feed