oleh

Mahasiswa Harus Cerdas, Jangan Mudah Terprovokasi

-Metropolis-30 views

PRABUMULIH – Mahasiswa harus cerdas, dan jangan mudah terprovokasi menghadapi isu-isu tidak jelas. Hal itulah disampaikan Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH didamping Wakpolres, Kompol Harris Batara SIk bersama sejumlah pejabat utama ketika bersilaturahmi dengan mahasiswa kota ini, Selasa (15/10).

“Kita siap memfasilitasi, mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya asalkan sesuai aturan,” terang Wayan, sapaan akrabnya.

Harap AKPOL 2.000 ini, kegiatan silaturahmi ini sebagai sarana guna kemajuan Prabumulih ke depannya. Akunya, agar apabila ada permasalahan dan isu di media sosial dapat di informasikan, ditanyakan dan di komunikasikan dengan Polres Prabumulih sehingga ada kejelasan informasi dan tidak terbawa Hoak.

“Agar mahasiswa tidak terbawa arus dan hanya melakukan aksi solidaritas tanpa mengetahui tujuan, sehingga pesan ingin disampaikan tidak disampaikan dengan baik,” pesannya.

Ungkapnya, mengharapkan agar mahasiswa dapat menjadi garda depan dalam memberikan informasi ke pihak Kepolisian apabila ada informasi hoak.

“Tidak ada pemenang absolut dalam politik, sehingga kita harus menjadi pengamat Smart serta kita harus bersatu setelah proses Pemilu. Kepolisian tidak ikut dalam Politik hanya ingin menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Mahasiswa harus berpartisipasi menjaga Kamtibmas aman di wilayah Prabumulih terutama jelang agenda pelantikan Presiden dan wakil Presiden 20 Oktober 2019,” jelasnya.

Soal berita hoaks, Kapolres menjelaskan, sengaja dibuat orang punya skill dan adanya sistem dibuat berupa program untuk secara otomatis mendukung info hoaks yang disebarkan.

“Berita Hoaks disebarkan dimungkinkan disponsori orang memiliki uang dan kekuasaan. Apabila ada informasi dapat dikomunikasikan dengan Polres agar diketahui kemungkinan Hoaks atau bukan,” ucapnya.

Lanjutnya, akan berupaya melakukan tindakan hukum apabila memang ada pelanggaran terkait pembangunan di Prabumulih.

“Kita prihatinan terhadap peredaran narkoba di Kota Prabumulih mana perkembangan pengguna dalam menjadi pelaku kejahatan, sehingga memohon bantuan dengan mahasiswa untuk memberikan informasi terkait kejahatan guna menjaga Prabumulih,” wantinya.

Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa, Reza dari STEI mengatakan, bagaimana membedakan antara Hoaks dan bukan.

“Berita Hoaks dibuat oleh seseorang, apakah bisa dicari sumbernya dan dilakukan tindakan terhadap pelaku ?. Terkait pembangunan di Prabumulih, adanya pembangunan di Prabumulih belum terselesaikan. Kita siap bantu jaga Kamtibmas,” akunya. (03)

Komentar

News Feed