oleh

Mabuk Miras, Pemuda Tanggung Aniaya Tukang Sol

PRABUMULIH – Diduga terpengaruh dengan minuman keras (miras) tengah dikonsumsinya ketika melintas di Jalan Pasar Inpres tepatnya di depan Pos Lantas.

Leali Apriansyah (20), warga Dusun VI Desa Mandi Angin Desa Sukananti, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim tega menganiaya Mustawa (49), seorang tukang sol sepatu yang biasa mangkal di depan Pos Lantas, Minggu sore (7/7), sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat kejadian itu, Musnawar mengalami luka sobek dibagian tangan kanannya. Karena, menangkis pukulan besi dilakukan tersangka Leali tengah kondisi mabuk tersebut.

Didasari laporan Mustawa, tercantum pada LP/B/ 124 /VII/2019/SEK PBM BARAT/POLRES PRABUMULIH, pada 07 Juli 2019.

Sekitar pukul 16.30 WIB, akhirnya Leali ditangkap alias diciduk petugas atau Tim Ospnal Polsek Prabumulih Barat ketika hendak kabur di depan bangunan berada di sebrang Rumah Makan Pondok Bambu Patih Galung.

Penangkapan tersangka sendiri, sempat menghebohkan warga sekitar. Karena, tidak tahu kalau tersangka terlibat kasus apa.

Tersangka sendiri terjerat kasus, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dan, bisa diancam dikenakan penjara dan 2,8 tahun.

Sementara itu, korban Mustawa, warga Jalan Angkatan 45 RT 04 Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur menerangkan, kalau sebelum kejadian tengah mengesol sepatu sambil menunggu pelanggan.

Belakangan, sekitar pukul 14.00 WIB mendadak, tersangka menghampirinya. Dan, langsung berteriak “oi, pedio kendak kau nih”. Teriakan terangka, sempat membingungkan Mustawa. Karena, takut salah orang yang dituju.

“Makonyo, aku negok kanan dan ke kiri. Kalo salah yang dimaksud budak itu, bukan aku,” terangnya.

Nah, tak lama kemudia. Tersangka, mendekati korban dan langsung berkata lagi. “Ngapo kau cak ibat nih. Pedio nian, kendak kau”. Hingga akhirnya, korban melayani tersangka.

Terjadilah cekcok alias ribut mulut. Tersangka, sempat mengeluarkan betetan di dalam pakaiannya dan ingin memukul korban. Kesal, korban sempat mendorong pelaku dan terjatuh.

“Waktu jatuh itulah, meliat ado besi di dekat sate dak jauh dari Pos Lantas itu. Budak itu, ngambeknyo dan langsung mukul aku. Kutangkis, sampe tangan aku bedarah dan robek,” akunya.

Usai itu, melihat tangan korban terluka. Tersangka, langsung kabur dan sempat di kejar korban. Belakangan, ditemukan petugas tengah berada di sebuah bangunan di depan RM Pondok Bambu Patih Galung dan ditangkap.

“Memang sempat kami cari dak kejer. Dak taunyo dapat informasi lah ditangkap polisi. Diamanke, dak lamo kami melapor lisan. Kejadian itu, sudah dilaporke polisi,” bebernya.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Murzal Mahdi SE MM didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan SH membenarkan penangkapan tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap tukang sol tersebut.

“Iya betul, pelaku sudah diamankan di Polsek. Tak lama, usai kejadian dan dilaporkan korban secara lisan. Tersangka sendiri tengah diproses dan kasusnya tengah dikembangkan,” terangnya.

Tersanga sendiri, akunya dikenakan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dan diancam dengan hukuman penjara diatas 2 tahun. “Ketika diintograsi, pelaku mengaku tengah mabuk berat. Dan, tidak menyadari kalau telah menganiaya korban,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed