oleh

Lima Tersangka Narkoba Ini Ternyata TO BNN

PRABUMULIH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muara Enim berkordinasi dengan BNN Kota Prabumulih melakukan pengerebekan di Kandang Ayam yang berada di Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Minggu (4/11), sekitar pukul 18.00 WIB.
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan lima tersangka pengedar narkoba yang diduga biasa bertransaksi di lokasi tersebut.
Tangkapan gabungan BNN Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih terbilang tangkapan besar, karena selain mengamankan lima tersangka diduga pengedar narkoba jenis ganja dan sabu. Dari hasil pengerebekan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) 2 kilogram ganja kering dan 10 paket sabu.
Kelima tersangka tersebut terdiri dari 2 wanita dan 3 pria. Kedua wanita tersebut, yaitu Saswita Dewi (29), warga Desa Alay No 14 Kampung 4, Kabupaten Muara Enim. Lalu, Aulia Sari (21), warga Desa Sungai Medang Kampung 2, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Sedangkan, ketiga laki-laki diantaranya; Sandi (28), Desa Alay Selatan Kampung 2, Kabupaten Muara warga Enim. Selanjutnya, Johan Alexander (28), warga Desa Alai Selatan, Kabupaten Muara Enim. Terakhir, Reno (30), warga Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.
Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir SSos menyebutkan, kalau kelima tersangka sudah menjadi target operasi (TO) jajarannya. Karena, diduga sebagai pemain lama pengedar narkoba di Kecamatan Lembak.
Kata dia, penangkapan bermula sejak pukul 14.00 WIB. Tim gabungan melakukan lidik, awalnya belum mendapatkan informasi akurat keberadaan kelima tersangka.
Menunggu sekitar 4 jam, akhirnya keberadaan kelimanya berada di Kandang Ayam Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Anggota gabungan pun bergerak dan melakukan pengerbekan, hasilnya pun tidak disangka.
“Tidak hanya ke-5 tersangka diduga pengedar narkoba kita amankan. Tetapi, sejumlah BB juga turut diamankan dan disita. Diduga ke-5-nya merupakan pengedar narkoba lintas kabupaten,” akunya didampingi Kasi Berantas, A Gamal Alrasyid SH.
BB tersebut, akunya berupa; ganja kering seberat 2 kg dan 30 paket kecil terbungkus koran layak edar, 10 paket hemat sabu, uang diduga hasil penjualan narkoba, 2 pucuk senpira bersama 2 butir peluru aktif, timbangan, handphone, 3 unit sepeda motor, 1 unit pedang dan lain-lainnya.
“Kasusnya sekarang ini tengah kita kembangkan. Khususnya, soal asal muasal barang dipasok. BB tersebut bernilai puluhan juta,” kata dia.
Sambung Ibnu, meski tersangka menolak mengakui BB. Kata dia, kalau baik ganja dan sabu merupakan BB didapati dari kelimanya. “Menolak mengakui, itu hak mereka. Tetapi, sudah jelas kalau ke-5-nya adalah pengedar narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Muara Enim, AKBP H Abdul Rahman ST menambahkan, kalau pengungkapan kasus ini merupakan sinergis kedua BNN. Nah, karena tempat kejadiannya berada di Kabupaten Muara Enim secara otomatis, proses penyelidikan dan pengembangannya dilakukan BNN Kabupaten Muara Enim.
“Termasuk juga, proses hukum menjerat ke-5 tersangka. Sekarang ini akan dibawah ke BNN Kabupaten Muara Enim bersama barang bukti telah diamankan,” jelasnya.
Sambungnya, ke-5 diduga pengedar narkoba telah cukup meresahkan warga tersebut. Dijerat Undang-Undang (UU) No 35 / 2009 tentang narkotika dan psikotropika.
“Pasal 111, Pasal 112 dan Pasal 114. Ancamannya diatas 5 tahun penjara, kita menduga sementara kalau ke-5 tersangka adalah pengedar narkoba lintas kabupaten/kota. Tengah kita dalami keterlibatannya,” tukasnya.
Sementara itu, Sasmita, salah satu tersangka, diduga pengedar narkoba menolak keras sejak awal dituding sebagai pemilik BB. “Barang itu bukan punyo aku, kak. Aku dak tahu menau. Aku dak pernah make,” kilahnya.
Tetapi, setelah dites urine dan ternyata positif. Sasmita tidak bisa menutupi aksinya dan mengaku, hanya sebatas pengguna saja. Namun, tetap bersikukuh kalau dirinya bukan pengedar narkoba.

“Memang aku baru make ganja duo hari lalu, kalau jualan idak kak. Barang itu, dak tahu punyo siapo,” ucapnya.
Begitu juga Johan, tersangka lain juga tak mengakui, kalau dirinya disebut bandar. “Aku bukan bandar kak, aku dak tahu barang siapo itu,” tukasnya.
Akunya, waktu kejadian dirinya tengah main hendak menjual sepeda motor dan menunggu seseorang. “Aku ke kandang nak jual motor,” ucapnya. (03)

News Feed