oleh

Larang Putas Ikan di Sungai Rambang

-Kecamatan-210 views

RKT — Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebararan lahan dan hutan akibat Kemarau. Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) juga mulai mewaspadai aktivitas penangkapan ikan dengan cara menebar racun atau diputas di Sungai Rambang.

Sebab, saat musim kemarau menangkap ikan dengan putas sering dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di Sungai Rambang.

“Dan itu sering, kalau kemarau selalu ada pemutasan disungai. Entah apakah itu dari desa tetangga atau dari mana, yang jelas mengaliri sungai yang ada dibeberapa desa diwilayah RKT,” kata Camat Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Danal Safri.

Sebagai antisipasi kata dia, pihaknya sudah menggelar rapat dengan mengumpulkan seluruh kades lurah dan pihak keamanan yang ada diwilayah RKT. Untuk memasang papan himbauan tak memutas ikan disungai Rambang.
“Bahanyanya tidak hanya satu, tapi banyak. Mulai dari musnahnya ekosistem disungai, ikan yang kecil-kecil juga habis,” bebernya.

Belum lagi kata dia, air sungai Rambang merupakah salah sumber air jaringan PDAM yang ada di Kota Prabumulih. “Kalau dikonsumsi akan membahyakan, ini yang kita antisipasi. Jangan sampai ada yang melanggar hukum menangkap ikan dengan memutas ikan,” ucapnya.

Nah, dalam pertemuan tersebut ungkapnya, baik aparat ataupun kades luar siap untuk bekerjasama mengantisipasi agar pencemaran sungai dengan putas tak dilakukan. “Semua sepakat termasuk desa desa yang tak dilalui sungai,” tuturnya menambahkan desa yang dilalui sungai yakni Karang Bindu, Rambang Senuling, Jungai, Talang Batu dan Kelurahan Tanjung Rambang.

Lebih jauh, Danal menambahkan untuk saat ini volume air sungai masih normal. Namun bila tak terjadi hujan, sungai akan kering. “Untung saja kemarin sempat hujan, jadi sungai berisi. Tapi kalau seminggu saja tidak hujan akan kering. Karena ini sudah memasuki kemarau,” terang mantan Lurah Kelurahan Sungai Medang ini.

Kepala Desa Talang Batu Sahril Kanedy, dibincangi terpisah mengutarakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan tersebut. “Segera kami sosialisasikan, karena memang sejak dulu tidak diperbolehkan. Dan kami desa Talang batu bersama desa lainnya siap memasang plang larangan memutas ikan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Sumali MPh melalui Sekertaris Dinas dr Hj Hesti W MM, menyampaikan menangkap ikan dengan cara diracun berdampak pada kesehatan bila dikonsumsi.

“Kalau jumlah kadar racunnya banyak, yang mengkonsumsi ikan hasil putas atau sejenisnya akan keracunan juga. Makanya harus hati-hati betul,” kata dr Hesti.

Memang diakuinya bila kadar racun sedikit, tidak akan berdampak fatal. Namun tetap membahayakan dalam jangka panjang. “Bisa menyebabkan penyakit jangka panjang seperti kerusakan otak dan ginjal,” tukasnya.(08/fto:ilustrasi)

Komentar

News Feed