oleh

Lapor ke Komisi Disiplin

  • Pasca Ricuh Mura – Pali

 PRABUMULIH – Pertandingan final sepak bola Pekan Olahraga Provinsi XII antara Kabupaten Pali dan Musi Rawas yang ternoda akibat aksi ricuh sesama pemain hingga terlukanya kiper Mura disayangkan oleh Komite Wasit Asprov PSSI Sumsel.

Bahkan pasca kericuhan tersebut, Komite Wasit Asprov PSSI menyampaikan laporan ke komisi disiplin PSSI dengan menyerahkan berkas dan menyertakan bukti-bukti kericuhan. “Kita belum tahu hukuman apa yang akan diterima, karena belum disidang. Bisa saja pemain yang dianggap vokal dikenakan sanksi larangan main setahun,” kata Isham Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Sumsel.

Ia membeberkan baku hantam terjadi karena kedua tim tidak dapat menahan emosi saat pertandingan sudah memasuki dua menit babak tambahan. Itu berawal dari tendangan bebas tidak langsung yang diperoleh tim Mura akibat pelanggaran tim PALI. Kesempatan itu dimanfaatkan tim Mura dengan mengerahkan seluruh pemain kearea pertahanan termasuk kiper.

Hal itu justru menimbulkan gesekkan antara kiper Mura dengan pemain lawan disisi kiri gawang PALI. Dimana, Kiper Mura diduga mensikut pemain PALI. Akibatnya kedua pemain saling adu dorong yang berujung terjadinya pemukulan.  “Kalau kita lihat, itu kiper Mura yang melakukan pemukulan terlebih dahulu. Sehingga pemain lain terpancing emosi yang diikuti pemain cadangan dan oficial juga ikut,” bebernya.

Meski pertandingan final Porprov XII ternoda, namun pihaknya tetap mengapresiasi

sikap sportifitas yang ditunjukkan oleh pemain, pelatih serta manager tim sepak bola masing-masing. Sehingga pertandingan bisa diteruskan kembali sampai usai.

Salah satunya kata Ishan sikap yang ditunjukkan oleh Bupati Mura Hendra Gunawan saat hadir di laga final. “Beliau bisa memberikan contoh yang baik, bahkan sempat mengalungkan medali emas untuk pemain PALI,” tuturnya.

Sementara itu Ketua PSSI Kota Prabumulih, Yovi Indra Putra saat dikonfirmasi terpisah menyayangkan insiden tersebut. Seharusnya kata dia, kedua belah pihak dapat menahan emosi sehingga Porprov di Kota Prabumulih dapat berjalan lancar. “Tapi alhamdulillah dari informasi kiper Mura sudah membaik dan sadarkan diri,” tukasnya.

Kisruh pertandingan sepakbola yang akhirnya dimenangkan oleh Pali 1-0 atas Mura mendapat sorotan dan kritikan pedas dari masyarakat. Tak sedikit yang menilai, sepakbola Sumsel dan Indonesia pada umumnya sulit untuk maju bila pemain masih mengutamakan ego. “Kalau masih mental tarkam, sulit nak maju. Dak didaerah, dan ditempat-tempat lain sepakbola Indonesia masih sering ricuh,” kritik Agus Ariansyah.

Ia berharap kedepan, baik pemain ataupun masyarakat dalam hal ini penonton lebih dewasa. Sehingga sepakbola Indonesia akan lebih maju. “Sepakbola ini permainan segala kalangan, harusnyo dari olahraga inilah jadi contoh bahwa kito biso damai, biso sportif,” pungkasnya. (08)

 

 

Komentar

News Feed