oleh

Lapak Ditertibkan, PKL Ancam Demo

BATURAJA TIMUR – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jl Warsito, Pasar Atas pada 5 Oktober tengah malam hingga dini hari kemarin memang sukses dilakukan oleh PD Pasar dan Sat Pol PP OKU. Namun, penertiban tersebut berbuntut panjang karena memicu kemarahan pedagang.

Untuk menghindari keributan, kedua belah pihak menggelar pertemuan di pos polisi Pasar Atas. Awalnya mereka ingin meminta penjelasan dengan pengelola pasar di ruang kerja pengelola pasar. “Tapi karena ukuran ruang kerja pengelola pasar kecil, akhirnya kami alihkan ke pos polisi,” jelasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Kapolsek Baturaja Timur AKP Saharudin SH, Kepala Unit Pasar Atas Bulni, dan sejumlah perwakilan pedagang yang diketuai Abdul Karim Malik. Di pos tersebut, para pedagang mengungkapkan kekesalannya.

“Sudah biasa kami ditertibkan, tapi pengumuman tidak ada. Sementara, pengelola bilang sudah ada imbauan,” kata seorang pedagang yang enggan menyebut nama.

Seluruh fasilitas milik pedagang yang biasa berjualan di Jl Warsito disita bahkan ada pula yang dihancurkan. Pedagang menganggap, penertiban kali ini sudah keterlaluan. Pedagang menilai pihak PD Pasar bersama Sat Pol PP bersikap tidak adil karena hanya beberapa lapak pedagang yang dibersihkan. Sementara masih banyak lapak pedagang lainnya yang menutupi jalan namun tidak ditertibkan oleh petugas.

Aksi tersebut dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Sejumlah pedagang yang tak terima dengan penertiban ikut merangsek ke pos polisi untuk mendapat penjelasan.

Apalagi, beberapa pedagang terpaksa pulang karena meja yang biasa digunakan sudah tak ada lagi karena sudah disita petugas. “Pagi tadi kaget, nak jualan meja katek lagi. Masalah ini akan kami bawa ke DPRD,” tegasnya.

Pedagang juga menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih banyak yang belum menerima surat pemberitahuan rencana penertiban tersebut. Sehingga pedagang merasa hak mereka diabaikan. Untuk itu pihaknya akan melakukan unjuk rasa dan mendatangi DPRD OKU saat penertiban berikutnya.

“Penertiban selanjutnya yang rencananya akan dilakukan Selasa (11/10) depan, kami tidak akan diam, kami akan unjuk rasa, kami hanya meminta keadilan. Jika akan ditertibkan, silahkan tertibkan semua, jangan sepihak,” katanya.

 

“Maunya kami, kalau memang akan ditertibkan, silakan ditertibkan semua, termasuk pedagang yang berjualan di mobil. Jangan cuma beberapa lapak pedagang kecil yang ditertibkan, kami merasa ini semua tidak adil,” ujar Karim yang mewakili pedagang.

Kepala PD Pasar Bulni mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan penertiban pada 11 Oktober pekan depan. Hal tersebut harus dilakukan untuk kebaikan dan ketertiban bersama. Akibat banyaknya pedagang yang menggelar dagangan di Jl Warsito, jalan menjadi sempit dan fungsi jalan tidak lagi sebagaimana mestinya. “Penertiban minggu depan tetap akan kita laksanakan, demi kebaikan bersama,” tegas Bulni.

Ia menuturkan, penertiban yang dilakukan Sat Pol PP pada tengah malam sebelumnya sudah diumumkan kepada pedagang. Beberapa selebaran sudah dipasang sejak Rabu siang.

Hanya saja, ia mengakui, kertas imbauan yang disebar tersebut tidak diberikan ke setiap pedagang. “Imbauan sudah kami tempel ke tiang dan dinding kios. Memang tidak kami berikan kepada pedagang,” jelas Bulni.

Sebenarnya, penertiban pedagang di jalan Warsito bukanlah perkara baru. Setidaknya sudah dua kali hal serupa dilakukan. Hanya saja pedagang kerap membandel dan enggan mengisi los di bagian atas pasar.

Kondisi tersebut membuat ruas jalan Warsito yang seharusnya jadi lahan parkir menjadi lapak pedagang. Terkait rencana pedagang akan mengadukan masalah ini kepada DPRD OKU, Bulni sepakat. “Saya setuju karena saya juga bisa menyampaikan keluhan saya,” tegas Bulni.

Sementara itu, Kapolsek Baturaja Timur AKP Saharudin mengatakan, sebelumnya anatara pedagang dan petugas penertiban sempat terjadi cek-cok mulut. Karena terjadi ketegangan, polisi mengajak kedua pihak untuk musyawarah di pos polisi Pasar Atas.

“Tadinya pedagang ingin langsung berunjuk rasa. Namun unjuk rasa tak bisa dilakukan begitu saja. Sehingga dicari jalan tengah agar semuanya dapat berjalan, penertiban tetap dilaksanakan, namun tidak menyusahkan pedagang. Jika memang ingin berunjuk rasa, silahkan, tetapi sesuai prosedur,” kata Saharudin. (stf/apk)

Komentar

News Feed