oleh

Langgar PSBB, Calon Pengantin Ini Bersihkan Fasilitas Umum

-Metropolis-63 views

 

PRABUMULIH – Iqbal (24), warga Kayuagung, Kabupaten OKI bersama rekannya, Dedi (18) harus berurusan dengan Tim Gabungan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, ia terjaring razia petugas di Tugu Air Mancur saat hendak masuk Kota Prabumulih.

Karena, dinilai melanggar tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Keduanya, akhirnya Iqbal yang merupakan calon pengantin dan rekannya dihukum petugas menyapu fasilitas umum (fasum).

“Kalo pake masker, kami beduo pake Pak. Aku nak nemui calon bini aku di Benakat, aku nak kawin Pak,” aku Ikbal kepada awak media, Minggu (31/5).

Iqbal mengaku, tidak tahu ada PSBB di Prabumulih. Ia hanya ingin melintas dalam kota. Tetapi dijerat petugas dan akhirnya kena hukuman.

“Dak tahu pak, kalo dak boleh masuk. Katek KTP dan jugo dak bawa lainnya. Yoh, karena dinilai melanggar. Kami jalani bae hukumannyo,” tukasnya.

Sementara itu, Kabag Hukum dan Perundang-Undang (Per-UU), H Sanjay Yunus SH MH melalui Kasubag Penyuluh dan Bantuan Hukum, Wiwik Liswaty SH menyebutkan, setiap pos check poin khususnya pembatasan ditugaskan kuasa hukum Pemerintah kota (Pemkot) dan Staff Bagian Hukum, untuk memantau pelaksanaan hukum terkait pelanggar PSBB mengacu Peraturan Walikota (Perwako) No 59/2020.

“Kedua dinilai melanggar, Perwako No 59/2020. Dikenakan hukuman membersihkan fasum (fasilitas umum,red). Apalagi, ini merupakan penerapan sanksi perdana pelanggar PSBB. Kita ikut mengawasi penerapannya,” pungkas Wiwik didamping Kuasa Hukum Pemkot, Yulison Aspani SH.

Selain membersihkan fasum, bagi pelanggar PSBB. Sebutnya, ada juga hukuman denda maksimal Rp 250 ribu, karantina di tempat khusus selama 1 x 24 jam. “Jika tidak kena hukuman, jangan melanggar PSBB,” tukasnya.

Pantauan prabumulihpos onlie, di sejumlah check poin di Bumi Seinggok ini banyak terjadi pelanggaran ringan. Banyak kendaraan luar, memaksa masuk jalan dalam kota dan akhirnya diputar balik ke Jalan Lingkar.

Pemberlakuan PSBB, terlihat ketat di Kota Migas ini. Sejumlah petugas, menjaring kendaraan luar yang tidak berkepentingan memaksa masuk. Dalam rangka, penerapan PSBB di Prabumulih. (03)

Komentar

News Feed