oleh

Langgar Aturan, Ini Dia Sanksi Untuk Narapidana

-Metropolis-824 views

PRABUMULIH – Over kapasitas jumlah narapidana (napi) dan tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) klas IIB kota Prabumulih membuat para petugas sipir itu harus bekerja ekstra. Salah satunya dalam melakukan razia barang-barang yang dilarang dibawa oleh para napi ke dalam penjara.
Seperti yang dilakukan petugas Rutan klas IIB kota nanas tersebut, Selasa malam (13/2) sekitar pukul 22.15 WIB melaksanakan razia rutinnya dalam ruang tahanan para napi narkoba. Dari hasil razia petugas di ruang tahanan Blok C dan E Rutan itu, petugas berhasil menyita sebanyak 9 unit handphone (HP) milik napi dan tahanan.
Selain mengamankan belasan HP, pada razia itu petugas juga berhasil mendapati dua orang napi narkoba diantaranya inisial M dan A yang saat itu baru usai menggunakan handphone dalam penjara. Sehingga, pihak Rutan pun kini telah memberikan sanksi terhadap keduanya berupa sanksi trap sel serta tidak diperbolehkan dibesuk oleh siapapun.
“Untuk dua orang napi narkoba tersebut, saat ini sudah kita berikan sanksinya berupa trap sel selama 12 hari dan tidak diperbolehkan dikunjungi selama 3 bulan ke depan,” terang Kepala Rutan Klas II B kota Prabumulih, Ronaldo De Vinci Talesa Amd IP SHdibincangi siang kemarin (14/2).
Ia mengatakan, setidaknya dalam satu bulan razia di ruang tahanan rutan dilakukan pihaknya dapat mencapai enam kali sebagai antisipasi terjadinya hal berupa barang-barang yang dilarang untuk dapat masuk atau dipergunakan dalam penjara tersebut.
“Dari razia tadi malam (kemarin, red) kami berhasil menyita 11 unit hanphone milik dari para napi dan tahanan. Dan total untuk bulan ini saja sudah ada sekitar 11 unit handphone yang kita sita, namun kebanyakan dari handphone yang ditemukan itu kondisinya sebagian sudah rusak,” kata dia.
Menurut dia, banyak modus yang dapat dilakukan untuk memasukkan barang yang dilarang ke dalam rutan itu. Selain melalui pembesuk, masuknya HP itu ke dalam Rutan juga bisa dilakukan keluarga napi dan tahanan melalui saluran air.
“Berbagai modus digunakan untuk menyelundupkan HP, termasuk dengan menyembunyikan HP tersebut ke dalam pakaian. Mereka memanfaatkan kelengahan petugas. Padahal, kami tidak henti-hentinya mengingatkan para pembesuk, baik secara lisan maupun tertulis agar tidak memberi HP kepada keluarga mereka,” ungkapnya.
Selama ini juga, dikatakan De Vinci, dikarenakan terbatasnya jumlah sipir serta padatnya kunjungan dan jumlah napi dan tahanan menjadikan rawan barang berupa handphone yang diduga berasal dari pembesuk dari luar dapat masuk ke dalam rutan tersebut. Untuk itulah, kata De Vinci, perlu dilakukan razia secara berkala dan akan langsung dimusnahkan.
“Kita sadari memang SOP tetap dilakukan namun juga selama ini terkadang jika kita sibuk ada celah pengunjung menyelipkan Hp di dalam makanan dan itu kita akui karena keterbatasan tenaga. Tapi dengan adanya penambahan jumlah pegawai kita sebanyak 27 Polsuspas belum lama ini tadi, kita harapkan semua pelaksanaan tugas kita di Rutan klas II B Prabumulih ini dapat maksimal serta dapat menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut De Vinci mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama warga yang merasa memiliki salah satu dari anggota keluarganya saat ini tengah menjalani hukumannya di rutan kota nanas ini, untuk tidak membawa atau memberikan kepada napi dan tahanan. Sehingga, dapat masuk dan digunakan para napi tersebut di dalam ruang tahanan rutan tersebut.
“Kita juga imbau masyarakat jangan sekali-kali memberikan atau berusaha membawa masuk ke dalam rutan barang yang dilarang. Sebab, bila didapati maka sanksi tegas terhadap napi itu sendiri akan kita terapkan,” tegasnya.
Begitupun, sambung Kepala Rutan, tehadap seluruh sipir dan pegawai di Rutan klas II B Prabumulih yang diminta untuk menegakkan aturan yang sudah diberlakukan saat ini serta jangan pernah sama sekali untuk meloloskan barang atau benda-benda yang dilarang masuk ke dalam rutan. “Karena bagi pegawai kita sendiri apabila kedapatan akan saya berikan sanksi tegas terhadap pegawai itu sendiri. Iya salah satunya sanksi penurunan pangkat baginya,” bebernya. (07)

News Feed