oleh

Lagi, Ciduk Pegawai Dishub Pungli

PRABUMULIH – Satu lagi oknum honorer Dinas Perhubungan (Dishub) terjerat hukum akibat dugaan melakukan praktik pungutan liar (punli).
Pelakunya diketahui bernama Relly Apriantho (40) warga jalan Bukit Lebar 2 RT05 RW04 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan. Ia ditangkap petugas saat diduga melakukan pungli di depan Terminal jalan Lingkar Timur, Sabtu pagi (14/1) sekitar pukul 05.05 WIB.
Bersamanya, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa uang receh senilai Rp5 ribu rupiah yang diduga hasilnya meminta terhadap supir truk angkutan batu bara yang melintas di lokasi itu.
Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH kemrin (14/1) siang dikonfirmasi mengatakan, pelaku diamankan karena sudah pihaknya memberikan peringatan terhadap pihak Dinas tersebut untuk tidak kembali melakukan hal serupa. Karena sebelumnya dalam operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh anggota Tim Gurita Polres Prabumulih meringkus satu oknum PHL Dishub yang kedapatan pungli.
“Belum lama kemarin kita sudah pernah amankan satu pelaku pungli dan ini kita masih temukan lagi. Bagaimana kita ingin memberantas segala bentuk aksi pungli kalau seperti ini. Makanya kita berharap pihak-pihak terkait maupun dinas itu sendiri kita sama-sama untuk membersihkan kota ini dari pungli,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Eryadi, telah berhasilnya diringkus pelaku oknum Dishub ini, sementara ini masih dilakukan pemeriksaan penyidik di Mapolres Prabumulih. “Pelaku telah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari petugas kami,” kata dia.
Atas perbuatannya, lanjut Kasat Reskrim, pelaku Relly Apriantho akan dijerat dengan Pasal 504 KUHPidana tentang mengemis dimuka umum. “Pelaku akan kita kenakan pasal 504 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tiga bulan penjara,” tegasnya.
Sementara itu, Relly dihadapan petugas di Mapolres kemarin mengaku tidak ada alasan lain selain untuk menambah penghasilannya dalam sehari-harinya sebagai pekerja PHL di Dishub tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukannya itu merupakan sebagai uang retribusi. “Tidak pernah saya memaksa pak,” cetusnya singkat. (Mg03)

News Feed