oleh

Kurangi Limbah Sampah, Warga Majasari Sulap Kresek jadi Barang Mewah

BANYAK kreativitas yang bisa dilakukan dengan menggunakan bahan bekas. Seperti di Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan, Yesi Elyani warga RT 3 RW 1 mampu menjadikan plastik kresek menjadi barang berharga.

Dari tangan dingin Yesi, kantong kresek yang biasanya menjadi penyumbang limbah nomor satu di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan TPA kini menjadi barang mewah.

Lurah Majasari bersama Ketua TP PKK meninjau langsung pembuatan kerajinan kantong kresek menjadi barang bermanfaat.

“Awalnya memang sudah sering berkreasi buat buat olahan dari bahan bekas. Tapi sejak satu bulan ini terfikir buat dari kantong kresek,” kata Yesi dibincangi di kediamannya, Rabu (25/11/2020).

Adapun kerajinan yang sudah dihasilkan dari kresek dan barang bekas yakni, sendal, tudung saji mini, kotak pena ati sendok. Hingga tas mini dari kain perca serta tas dari sisa jahitan kebaya.

“Karena baru jadi untuk pemasaran, masih sebatas kanan kiri,” ucapnya.

Yesi menuturkan, awal mula terfikir untuk membuat kerajinan dari kantong asoi melihat program sedekah sampah di Kelurahan Majasari. “Di Kelurahan itu banyak plastik, karena kita memang sudah sering buat kerajinan akhirnya dari kelurahan dikasih asoi,” tuturnya.

Kelurahan Majasari sendiri ungkap Yesi, sangat mendukung dan mensupport kerajinan yang dibuatnya. Selain Kelurahan, masyarakat sekitar juga sering menyumbangkan kantong kresek. “Tetangga sering kasih, karena bahannya harus banyak. Selain dari kresek bisa juga dari jas hujan yang sudah rusak,” imbuhnya.

Meski belum dipasarkan, namun Yesi mengaku untuk sendal meski dari kantong kresek cukup aman dipakai didalam rumah. “Tapi akan kita pelajari lagi supaya kuat, dan tidak mudah rusak,” lanjutnya mengatakan dalam membuat kerajinan sering dibantu jiran tetangga.

Lurah Kelurahan Majasari Inggit Damayanti SE didampingi Ketua TP PKK Kelurahan Majasari AsniListy SSI MSI menyampaikan, sangat mendukung kreativitas masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Apalagi ini mengubah sampah jadi barang berharga, bernilai ekonomis. Kami sangatlah mendukung, bahkan untuk plastik kami beri dari Kelurahan hasil sedekah sampah dari warga,” ungkapnya.

Foto bersama Lurah Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Inggit Damayanti SE

Inggit menyampaikan, olahan plastik menjadi barang bermanfaat akan sangat membantu dalam mewujudkan Prabumulih Sampah.

“Bisa kita bayangkan, bermula dari RT 3, kemudian ke seluruh Majasari sampah plastik bisa diolah dan tak lagi masuk ke TPA. Majasari bisa menjadi wilayah yang bisa mengurangi sampah,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Inggit juga berharap warga mendapat pelatihan khusus, sehingga barang yang dihasilkan mampu menembus pasar. “Harapan kita bisa sampai pemasaran, sebelum dipasarkan tentu harus diuji dulu. Yang masih ada kekurangan diperbaiki dengan harapan ada pelatihan,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed