oleh

Kucurkan Rp 4,6 Milyar untuk Lahan Akamigas

-Metropolis-103 views

Berkas Lengkap, Segera Bayar Ganti Rugi

PRABUMULIH – Sebanyak 10 pemilik lahan yang bakal dibangun Politeknik Energi Mineral (PEM) Akademi Minyak dan Gas (Migas) di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan segera mendapatkan pembayaran ganti rugi hak atas tanah miliknya.

Informasinya, Pemerintah kota (Pemkot) sendiri telah menyiapkan dana Rp 4,6 miliar, berasal dari APBD untuk ganti rugi tersebut.

Sekda, Elman ST MM menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat Prabumulih. Khususnya, yang telah rela lahannya dijadikan lokasi pembangunan PEM Akamigas yang akan direncanakan dimulai 2020 mendatang.

“Ini sangat mendukung pembangunan bidang pendidikan, menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang migas,” kata Elman, sapaan akrabnya di sela-sela memimpin rapat pembayaran ganti rugi lahan PEM Akamigas di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemkot, Senin (23/9).

Tak lupa, Elman juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi pemilik lahan, guna mewujudkan pembangunan PEM Akamigas ke-2 di Kota Nanas ini.

“Pembayaran ganti rugi ini, sebuah proses dan harus transparan serta berhati-hati. Agar tidak bermasalah di belakang hari, apalagi tidak ada atas nama. Dan tidak ada indikasi ini dan itu,” jelas Mantan Kepala Bappeda ini.

Asisten I, Drs Aris Riadi SH MSi menambahkan, kalau dukungan pemilik lahan guna mewujudkan pendirian dan pembangunan PEM Akamigas sangat penting. “Sebelumnya, sempat dicoba peruntukan lahan PEM Akamigas di Tanjung Telang tidak berhasil. Ini di Tanjung Raman berhasil dan bisa berdiri PEM Akamigas,” tandasnya.

Diakuinya, memang perlu kehati-hatian, agar tidak salah langkah dalam rangka pembayaran ganti rugi pemilik lahan. “Agar tidak terjerat hukum di belakang hari,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir Abu Shohib menerangkan, kalau pembayaran ganti rugi ini bagian dari proses pengadaan lahan PEM Akamigas.

“Pembayaran ganti rugi berupa uang dengan cara transfer melalui bank. Bank ditunjuk yaitu Bank Sumsel Babel (BSB), sebanyak 10 orang pemilik lahan mendapatkan pembayaran ganti rugi,” akunya.

“Pembayaran dilakukan transfer dari kas daerah ke rekening pemilik lahan. Sebanyak 10 pemilik lahan telah membuka rekening bank,” jelasnya.

Lanjutnya, pengadaan lahan PEM Akamigas tidak sampai di sini saja. Tetapi, terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan. “Semoga prosesnya berjalan lancar, dan pembangunan PEM Akamigas bisa direalisasikan,” tukasnya.

Kepala BPN, Jakun Edi S SH MSi menerangkan, kalau pembebasan lahan diatas 5 hektar merupakan kewenangan gubernur UU No 2222/2012.

“Tepat dilimpahkan gubernur ke wako untuk efektivitas dan perlu percepatan, begitu juga Kanwil melimpahkan ke kita (BPN, red),” tukasnya.

Jakun melanjutkan, jika semuanya lengkap dan berjalan lancar. Pembayaran ganti rugi, paling lama 30 hari sudah bisa dicairkan.

“Minta surat asli, diserahkan ke BPN. BPN tidak punya kewenangan meneliti secara detail, hanya melengkapi syarat formal. Selain itu, dibuatkan surat pelepasan hak,” akunya.

Terpisah, Perwakilan Kejari, Nopri Exandri SH menerangkan, sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) hanya mengawal prosesnya agar berjalan sesuai aturan dan ketentuan.

“Kita pesan, agar pemilik lahan jangan terpengaruh pihak ketiga punya kepentingan,” ucapnya.

Lanjutnya, warga diharapkan mendukung pembangunan PEM Akamigas ini. “Sehingga, pembangunannya segera bisa direalisasikan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed