oleh

Kubu Raya Belajar ke Prabumulih

PRABUMULIH – Menengok keberhasilan Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih menyampaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dikomandoi Asisten III, Ir Rusnaldi MT rela jauh-jauh ke Prabumulih untuk belajar keberhasilan tersebut.

“Kita tidak muluk-muluk, sekarang ini urutan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih urutan ke-8 . Terkait penyerahan LKPD tercepat ke BPK RI,” ujar Asisten III, Ir Rusnaldi MT ketika menyampaikan sambutan pada Kunjungan Kerja (Kunker)-nya ke Prabumulih, Senin (5/4/2021).

Sambungnya, berharap agar setelah belajar dengan Pemkot Prabumulih. Penyampaian LKPD Kabupaten Kubu Raya, bisa menjadi yang tercepat di Provinsi Kalbar terlebih dahulu. “Karenanya, kita mohon ilmunya. Agar Kabupaten Kubu Raya, penyampaian LKPD-nya bisa menjadi tercepat di Provinsi Kalbar ke depannya,” ucapnya.

Tanpa komitmen Kepala Daerah yang kuat, penyampaian LKPD tercepat tidak bisa direalisasikan saja. “Penyampaian LKPD, tidak hanya mengumpulkan laporan saja. Paling penting, karena Kepala Daerah sangat menentukan dalam mendorong komitmen kuat itu,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), H Jauhar Fahri SE Ak CA ketika memaparkan trik dan trik penyampaian LKPD tercepat diraih Pemkot Prabumulih.

Kedua, lanjut Jauhar, baru dibuat jadwal penyusunan LKPD. Salah satunya, pengembalian uang sisa pengelolaan anggaran (WHD). “Tanpa disusun personel terbaik, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), dan dukungan lainnya. Jelas penyampaian LKPD tercepat ini tidak akan terealisasi,” ucapnya.

Sementara itu, menerima Kunker Pemkab Kubu Raya itu, kata Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyambut baik kunjungan tersebut.

Bahkan, ia memaparkan keberhasilan program-program Pemkot Prabumulih, guna meningkatkan kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakatnya. “Banyak program Pemkot Prabumulih dijalankan. Tidak hanya program bedah rumah tanpa APBD, penolakan tambang batubara, pembangunan rumah ibadah, BTA, dan lainnya,” jelas Ridho, sapaan akrabnya.

Selain itu, sebut orang nomor di Prabumulih ini, gas kota di Kota Nanas ini paling banyak di Indonesia. Sehingga, Prabumulih akhirnya mendapatkan reward bakal dibangun PEM AKAMIGAS meski sekarang ini sempat tertunda akibat pandai Covid-19.

“Semoga program kita, juga bisa dicontoh Pemkab Kubu Raya. Apalagi, programnya sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed