oleh

KPU Siapkan TPS Khusus di Rutan

-Metropolis-385 views

PRABUMULIH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus di rumah tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Prabumulih. Penyediaan TPS khusus ini bertujuan untuk memudahkan warga binaan dalam menyalurkan hak pilihnya baik pada pemilihan wali kota maupun pemilihan gubernur pada 27 Juni mendatang.

“Kita lihat dahulu hasil pencocokan dan penelitian (coklit), berapa banyak jumlah mata pilih yang ada di dalam Rutan Kelas IIB. Kalau memenuhi dan banyak jumlah pemilihnya, kita siapkan TPS khusus di rutan,” jelas Ketua KPU, M Takhyul SIP ketika dikonfirmasi koran ini, Rabu (24/1).

Pihaknya menyadari, jika tidak ada TPS khusus akan sedikit merepotkan pengawai rutan, untuk membawa penghuni rutan keluar supaya bisa menyalurkan hak suaranya.

“Kalau pun nantinya tidak ada TPS khusus, minimal ada petugas TPS terdekat mendatangi rutan. Semua warga rutan yang punya hak suara, bisa memilih ataupun menyalurkan hak pilihnya,” tandasnya.

Kata Takhyul, pihaknya sendiri sekarang telah berkordinasi dengan pihak Rutan Kelas IIB untuk pelaksanaan coklit tersebut. Sehingga, diketahui jumlah pemilih sesuai Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang punya hak pilih atau berhak menyalurkan suaranya pada Pilkada Serentak.

“Nantinya, PPDP akan masuk ke rutan untuk coklit. Minta siapkan data-data penghuni rutan yang punya hak pilih,” ujarnya.

Kepala Rutan Kelas II, Ronaldo Devinci Talesa AmdIP SH melalui Kasubseksi Pelayanan Tahanan (Peltah), Ermiadi SSos menerangkan, kalau pihaknya siap membantu penyelenggaraan dan pelaksanaan Pilkada Serentak. Termasuk, memfasilitasi berdirinya TPS khusus.

“Para warga binaan, sudah kita ingatkan untuk meminta Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) atau Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kepada keluarganya. Supaya datanya bisa dicoklit, dan punya hak milih,” kata dia.

Sambungnya, penghuni rutan sendiri perhari ini berjumlah sekitar 411 orang. Baik itu, tahanan dan juga nara pidana (napi). “Dan, 90 persen penghuni rutan merupakan warga Prabumulih. Sisanya, warga kabupaten/kota tetangga,” bebernya. (03)

News Feed