oleh

KPU Jamin Kerahasiaan Soal Debat

JAKARTA – Panelis yang telah ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua moderator debat kedua menandatangani pakta integritas. Dengan ditandatanganinya komitmen tersebut, diharapkan tidak ada soal yang bocor kepada kedua capres sebelum debat dimulai.

Hal ini karena soal yang diberikan oleh panelis dirahasiakan. Berbeda dengan debat pertama yang diberikan kepada kedua paslon. Diketahui sebelumnya, Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro terpilih menjadi moderator di debat capres kedua yang akan dilakukan pada 17 Februari mendatang.

Sementara untuk panelis, tujuh orang yang terpilih ialah Rektor ITS Joni Hermana, Rektor IPB Arif Satria, Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati, ahli pertambangan ITB Irwandy Arif, pakar energi Ahmad Agustiawan, pakar lingkungan Undip Sudharto P Hadi, serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika.

Ketua KPU Arief Budiman meyakini, dengan ditandatanganinya pakta integritas, tak ada pihak panelis dan moderator yang berani membocorkan soal. Ia yakin tujuh panelis dan dua moderator akan menjaga kerahasiaan soal sampai debat dilaksanakan. Menurutnya, tidak memberikannya soal kepada paslon sebagai jawaban atas tuntutan publik.

Pemintaan yang besar terhadap KPU agar debat dibuat lebih menarik. Salah satunya, dengan tidak memberikan kisi-kisi seperti di debat pertama. Debat kedua juga diharapkan mampu mengupas suluruh program dan visi misi para kandidat.

“Saya percaya profesionalisme tokoh-tokoh besar ini tidak akan merelakan kredibilitasnya, integritasnya, untuk kemudian tidak melaksanakan tugas yang diberikan negara dengan baik sehingga kami memandang tidak perlu sampai harus disumpah. Menyatakan komitmen dalam sebuah pakta integritas menurut kami sudah cukup,” ujar Arief.

Moderator debat, Anisha Dasuki mengatakan, komitmen untuk menjaga kerahasiaan soal merupakan hal utama yang akan dijaga. Hal itu merupakan unsur yang tidak bisa ditawar dan bagian dari profesionalisme. Ia juga mengaku terus melakukan persiapan dengan moderator Tommy Tjokro.

“Saya sama mas Tommy sering brain stroming. Kita evaluasi juga kemudian kita pelajari dengan baik tata cara debatnya seperti apa. Kemudian tema yang diangkat seperti apa supaya kita bisa lebih memperdalam visi dan misi kedua pasangan,” ujar Anisha.
KPU Belum Dipercaya

Terpisah, Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, KPU belum memberikan kepercayaan kepada rakyat. Sehingga mengajak stakeholder terkait untuk menandatangani paktaintegritas. Itu hal yang lumrah terjadi. Jika hal tersebut bocor, KPU tidak mau disalahkan. Bisa saja kalau bocor. “KPU juga seharusnya ikut menandatangani,” terangnya kepada Fajar Indonesia Network.

Lebih lanjut akademisi Universitas Pelita Harapan ini mengatakan, ketua KPU juga harus ikut mewakili dan menandatangani. Karena yang bertanggung jawab terhadap pemilu adalah KPU. Dan pertanyaan tersebut, setelah dibuat akan diserahkan kepada KPU. (khf/fin)

News Feed