oleh

Kosong Sejak Pertama Virus Muncul

-Metropolis-105 views
  • Kapolres Sebut Harga Masih Normal

PRABUMULIH – Kelangkaan stok masker terjadi di Kota Prabumulih. Bahkan sejumlah apotek dan indomaret sudah tak lagi menjual masker sejak beberapa bulan ini.

Di apotik Kimia Farma misalnya, apotek yang beralamat di Jalan Sudirman Kelurahan Tugu Kecil ini justru sudah tak lagi menjual masker sejak akhir tahun 2019.

“Sebelum viral di Indonesia, masker sudah tak masuk lagi. Sudah susah dan kosong sejak akhir tahun,” kata Yanti.

Asisten apoteker Kimia Farma Putri bahkan membenarkan, stok masker semakin sulit sejak pertama virus corona muncul. “Kita terakhir jual, Rp 35-50 ribu per kotak, dengan 1 kotak isi 50 masker,” tuturnya.

Ia mengakui, hampir setiap hari ada saja warga yang mencari masker. Masker tak hanya diburu oleh masyarakat lokal, namun dari berbagai daerah. “Ada yang dari luar, cari katanya untuk dikirim ke Jakarta,” ucapnya.

Dilanjutkannya lantaran masker kosong saat ini banyak warga yang memilih membeli vitamin untuk daya tahan tubuh. “Makin banyak yang cari vitamin, karena menjaga imun itu penting. Awalnya memang lebih banyak yang cari masker, tapi sekarang vitamin banyak yang beli,” tuturnya.

Terpisah di apotek Joe Farma, masker sudah tak tersedia sejak awal tahun ini. “Dari distributornya memang tidak dapat lagi,” tukas pemilik apotek.

Erwin warga Muara Dua Kabupaten OKUS mengaku, sudah mendatangi seluruh apotek yang ada di jalan Sudirman Palembang – Prabumulih. “Sampai Prabumulih ini, belum ado nemu masker. Kosong galo,” keluhnya yang memutuskan membeli vitamin imun.

Keluhan serupa juga disampaikan Sepriani, tak hanya apotek yang nihil masker. Sejumlah pusat toko perbelanjaan juga tak lagi menjual masker. “Indomaret hampir rato didatangi, habis galo. Dan kato mereka seluruhnyo kosong,” tukasnya.

Sementara itu, mengantisipasi penimbunan dan juga aksi borong warga, khususnya masker dan hand sanitizer yang dipicu kepanik terkait penyebaran virus corona.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH bersama jajaran langsung mengecek stok masker dan hand sanitizer di sejumlah apotik di Kota Nanas ini.

Hasilnya, ditemukan di salah satu apotik stok masker habis. Dan, butuh waktu tiga hari untuk pemesanan kembali. Selain itu, harga masker relatif normal dan tidak ada lonjakan harga. “Pantauan kita 1 kotak masker isi 50 harga Rp 40 ribu. Harga itu, masih relatif normal,” ujar Wayan.

Kata dia, pengelola apotik, imbaunya tidak melakukan penimbunan masker dan juga hand sanitizer. Sebutnya, jika ada penimbunan dan menyebabkan lonjakan harga.

“Maka, Polres Prabumulih tidak segan-segan akan menindaknya dan memberikan sanksi tegas. Karena, dampak penimbunan tersebut merugikan dan menyulitkan warga mendapatkan masker dan hand sanitizer,” terangnya.

Masih kata Kapolres, terkait penyebaran virus corona, masyarakat diimbau jangan panik. Dan tetap waspada dan berhati-hati. “Waspada dan hati-hati boleh, tetapi jangan panik,” ujarnya mengingatkan. (08/03)

stok masker kosong

 

Komentar

News Feed