oleh

Komitmen Ikuti Regulasi Permendikbud

-Pendidikan-121 views

DIBERI kepercayaan sebagai Pelaksana Tugas Harian (plh) Kepala Sekolah (Kepsek) di SMA Negeri 2 Prabumulih, merupakan sebuah amanah yang luar biasa dan menjadi tantangan tersendiri bagi Eva Yusnita MPd.

Betapa tidak, meski dengan berbekal dua sertifikat Internasional pelatihan sebagai Kepala Sekolah, yaitu The Professional Educator Diploma in Educational Leadership dan The Principal academy Workshop Series Situational Leadership, yang semuanya di dapatkan di the American University in Kairo, darah muda kelahiran tahun 1984 ini tetap mendengar pro kontra atas amanah yang diembannya.

Karena saat ini, regulasi baru yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no. 6 tahun 2018, sebagai kepala sekolah harus memegang Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) dan memiliki sertifikat calon kepala sekolah yang menjadi dasar untuk bisa menjadi Kepsek.

“Selama 5 tahun terakhir saya berada di Kairo, tentu saja pada saat itu saya tidak bisa mengikuti secara nasional proses diklat cakep dan mendapatkan NUKS, selain itu saya juga tidak tahu akan mendapatkan amanah sebagai Plh. Kepsek, karena itu insya Allah saya berkomitmen secepatnya akan mengikuti regulasi baru, dan berharap sesegera mungkin untuk dapat mengikuti diklat cakep dan mendapatkan NUKS,” jelasnya.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur ini, juga berkomitmen untuk mengabdi di tanah air meskipun dirinya masih sangat dipertahankan untuk mengajar di Kairo. Apalagi saat di Kairo, wanita yang merupakan guru SMA Negeri 3 Prabumulih ini sempat mendapat amanah sebagai plt. Kepala Sekolah kurang lebih selama 11 bulan di tahun 2015, serta menjalankan tugas sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan bidang kurikulum sampai Eva kembali ke Indonesia Juli 2019.

“Dengan bekal dua sertifikat itu, tadi makanya saya dipertimbangkan untuk mendapatkan dan menjalankan amanah sebagai Plt. Kepsek pada saat di Kairo. Dan dengan tambahan pengalaman kerja saya di Kairo dan prestasi lainnya yang saya miliki baik tingkat internasional maupun nasional, maka hal inilah juga yang insya Allah menjadi pertimbangan Pimpinan di Indonesia, terkhusus di Provinsi Sumatera Selatan,” jelas guru berprestasi tingkat Nasional ini.

Putri ketiga pasangan Alm H. Usman Gumanti dan Hj. Maryani Djauhari ini sebenarnya belum habis kontrak untuk mengajar di Kairo, namun semenjak kepergian ayahandanya tercinta untuk selamanya pada bulan Maret lalu, dirinya mengambil keputusan untuk mengabdikan diri di tanah air sambil merawat ibunya.

Sepulang dari Kairo pada bulan Juli lalu, Eva kembali menjalankan tugasnya di SMAN 3 Prabumulih sebagai guru Mata pelajaran PPKn, lalu pada pertengahan bulan Oktober kemarin mendapatkan amanah sebagai Plh. Kepsek SMAN 2, yang pada saat itu memang sedang kosong kepemimpinan karena Kepsek lama masuk usia purna bakti.

“Biidznillah, Insya Allah amanah ini akan dijalankan semaksimal mungkin, dengan bekerja bersama sama dengan keluarga besar SMAN 2, Meski banyak guru senior, namun dengan hormat dan rasa kekeluargaan yang dibangun, maka semuanya bisa menjalankan peran masing masing demi kemajuan dan prestasi sekolah,” tandasnya.(05)

Komentar

News Feed