oleh

Kombinasikan USP Berbasis Kertas dan Komputer

-Pendidikan-52 views

PRABUMULIH – Jika saat ini sedang berlangsung Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) di tingkat SMK, maka dalam waktu yang sama tingkat SMA sedang melaksanakan Ujian Satuan Pendidikan (USP).

Di Kota Prabumulih setidaknya masih ada skeolah yang melaksanakan USP berbasis kertas, selain menggunakan komputer. Namun d SMA Negeri 1 Prabumulih, pelaksanaan USP yang diikuit oleh sebanyak 207 orang siswa kelas XII, dikombinasikan antara kertas dan komputer. Dari sebanyak 14 mata pelajaran, dibagi masing masing 7 mata pelajaran berbasis kertas dan Computer bassed taes (CBT).

“Tingkat SMA memang sudah banyak yang SBT namun di SMAN 1 kita coba kombinasikan antara komputer dan kertas. Mata peljaran dibagi dua, 7 7 mata pelajaran berbasis kertas dan 7 mapel menggunakan komputer, nah menggunakan komputer mereka sekalian latihan untuk persiapan UNBK,” kata Waka Kurikulum SMAN 1 Prabumulih Betty Gusdwisari SPd.

Sementara pantauan koran ini,  untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, sekolah unggulan di Kota nanas ini menyiapkan cairan hand sanitizer, menyiapkan air untuk mencuci tangan hingga pengecekan suhu tubuh sebelum melaksankaan aktivitas di sekolah.

Meski Di Palembang sudah ada kebijakan untuk meliburkan siswa dari Pemerintah, namun Kegiatan pembelajaran di SMAN 1 masih dilaksanakan seperti biasanya. Tetapi sebelum masuk kelas, guru pengawas di cek suhu tubuh, mencuci tangan dengan handsanitizer. Bahkan handphone disimpan di kotak khusus, serta meminta para siswa melakukan pembersihan sebelum masuk.

“Kita mewajibkan seluruh warga sekolah untuk terlebih dahulu melakukan cuci tangan menggunakan cairan pembersih yang kita sediakan. Kita melakukan ini untuk mengantisipasi bahaya penyebaran virus corona (Covid-19) yang mulai merebak di Indonesia,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Prabumulih, Freni Listiyan SPd MSi, selasa (17/3).

Ibu satu anak ini menjelaskan, meski di Prabumulih belum ada yang terinveksi virus ini, namun pihaknya mulai melakukan lankah antisipasi sebagai upaya pencegahan. “Kita juga mengimbau peserta ujian maupun guru pengawas tidak saling berjabat tangan. Ini sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus corona,” tandasnya.(05)

Komentar

News Feed