oleh

Kirim 3 Ton Pinang Tiap Minggu

-Ekonomi-2.077 views

PRABUMULIH – Saat ini para petani Pinang di Prabumulih tidak perlu khawatir lagi untuk pemasaran hasil panen buah pinang. Pasalnya, Okto Rano ST, salah seorang pengelola dan pengepul buah pinang di Kota Prabumulih kini bersedia membeli buah pinang dengan harga yang disesuaikan dengan kondisi buah pinang.

Aktivitas jual beli pinang di Kota Prabumulih ini terus alami . peningkatan. Buktinya, Akhir-akhir ini ayah dua anak ini berhasil mengirim rata-rata hingga 3 ton Pinang setiap minggunya ke Jambi dan Padang.

Pria yang akrab disapa Okto ini mengatakan, bahwa buah pinang dikumpulkan dari para petani sekitar kota Prabumulih. Sejak dua tahun terakhir masyarakat kota Prabumulih mulai berani menanam Pinang karena melihat potensi ekonomi yang jelas dari penjualan pinang.

“Harga pinang relatif bertahan bahkan cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, saat ini Harga pinang kering sudah mencapai angka Rp10 ribu perkilogram untuk jenis buah pinang yang sudah kering dan dibelah dua,”jelas pria yang mengelola pinang di jalan Tromol sekitar 100 meter dari jalan lingkar Bakaran.

Salah seorang pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih ini mengatakan, buah pinang semuanya memiliki nilai jual. Sehingga para petani Pinang tetap mendapatkan hasil dari buah pinang yang dikelola.

Ia menjelaskan, Untuk buah pinang masih berkulit saja masih dihargai sekitar Rp1.000 per kilogramnya. Sedangkan Pinang yang rusak hasil sortiran dihargai Rp4.000 per kilo dan Pinang basah Rp7.000 sampai Rp8.000 hingga Pinang kering yang paling tinggi harganya sampai Rp10.000 per kilo.

“Pinang ini diekspor ke India, Bangladesh, dan Negara Pakistan sebagai Negara yang mengelola zat dan zat pewarna karena memang kegunaan Pinang ini lebih banyak untuk campuran cat dan zat pewarna hingga untuk keperluan obat obatan,”jelas Okto.

Lebih jauh pria ini berharap agar para petani di Kota Prabumulih tidak tergantung pada satu komoditas pertanian, melainkan harus ada alternatif jenis tanaman lainya, sehingga jika salah satu jenis tanaman mengalami penurunan harga, ada tanaman alternatif yang membantu sebagai sumber penghasilan tambahan.

Selama ini para petani kita menjadikan tanaman karet sebagai komoditas andalan, sedangkan harga karet tidak kunjung membaik.” Harus ada tanaman alternatif lain selain karet. Menurut saya pinang sangat baik sebagai alternatif pilihan, 1 hektar tanah dapat di tanam lebih kurang 1.000 (Seribu) batang. Kalau satu batang menghasilkan buah belah kering 1 kilogram dikali harga sekarang 10 ribu petani dapat memperoleh penghasilan 10 juta perbulan,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed