oleh

Kiayi Mahmudi Tutup Usia

-Metropolis-266 views

PRABUMULIH – Jodoh, rezeki, ajal siapa yang tahu. Kalau sudah sampai waktunya, manusia tidak bisa menolaknya. Jumat malam (2/8), sekitar pukul 21.30 WIB, Prabumulih berduka sosok ulama dan dai familiar. Dikenal tegas, lemah lembut dalam menyampaikan dakwahnya dijemput sang khalik.

Dia adalah, Drs KH Mahmudi Basri MPdI, Pimpinan Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Furqon Kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Keponakan sekaligus Kepala MA PPM Al Furqon, Roin Alhadi SPdI membenarkan, meninggalnya Ustadz Drs KH Mahmudi Basri MPdI tersebut. Roin menjelaskan, kalau Ustadz Mahmudi sebelum meninggal sempat terkena darah tinggi atau hipertensi hingga mengalami pendarahan di kepala.

“21-26 Juli sempat dirawat di RS Bunda. Lalu, 26 Juli juga lantas dirujuk ke RSK Charitas. Sempat dirawat, sekitar satu minggu pada 2 Agustus lalu, sekitar jam 9.30 WIB berpulang pada usia 63 tahun,” ucapnya kepada awak media. Lanjutnya, kalau gurunya tersebut sekitar pukul 03.00 dini hari. Jasadnya sudah di PPM Al Furqon di semayamkan di rumah duka, lalu kata dia keesokan harinya, Sabtu (3/8) disholatkan di masjid Komplek PPM Al Furqon.

“Sekitar pukul 12.30 WIB, usai disholatkan selanjutnya dimakamkan di TPU Tanjung Rambang. Kiyai meninggalkan seorang istri, dan tiga anaknya,” jelasnya. Sebagai perwakilan PPM Al Furqon, kata dia, meminta maaf atas nama beliau jika ada salah kata dan khilaf. “Semoga jasadnya diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi sang khalik,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Kesra, Ustadz Sugiyarto SKM juga sebagai sesama dai dan cukup mengenal Ustadz Mahmudi menyampaikan, belasungkawanya. “Dia ulama, dai yang hebat dan tegas serta lemah lembut. Memperjuangkan islam lewat dakwahnya, kita sangat bangga dan apresiasi atas perjuangan hingga akhir hayatnya. Semoga, Kiyai Mahmudi diberikan tempat yang layak disisi sang khalik,” tukas Sugy, sapaan akrabnya.

Sambungnya, Kiayi Mahmudi merupakan contoh dan tauladan. Dakwah beliau, tidak hanya di kota tetapi juga ke desa-desa sangat aktif. Termasuk, sebagai pendiri PPM Al Furqon di Kota Nanas ini. “Berkat jasa beliau, sekarang ini PPM Al Furqon berdiri besar dan mendidik hampir ribuan santri,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelum menjadi pimpinan pondok pesantren al Furqon, ustad Mahmudi pernah menjabat sebagai kepala KMI Pondok Pesantren Assalam Sri Gunung Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Alumni pondok pesantren Darussalam Lampung ini juga pernah menjabat anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin. (03)

Komentar

News Feed