oleh

Khawatir Corona Gelombang Kedua

-Metropolis-31 views
  • Bila Masyarakat Tak Taat Protkes

PRABUMULIH – Berhasil keluar dari zona merah penyebaran Covid -19, tak membuat Pemerintah Kota (pemkot) Prabumulih sepenuhnya lega.

Betapa tidak, penyakit covid-19 yang hingga kini belum ada obatnya tetap menimbulkan kekhawatiran. Bahkan kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM disela-sela paripurna DPRD beragendakan pembahasan RAPBD tentang pertanggung jawaban APBD 2019.

Menurut Ridho rasa khawatir tersebut mengingat, masih terdapat beberapa tempat yang belum bisa menerapkan protokol kesehatan (protkes).

“Kita alhamdulillah kasus menurun dan zero positif, tapi kita tetap khawatir. Karena ada beberapa tempat yang beberapa protokol kesehatnya tidak bisa berjalan khususnya pasar pagi,” kata Ridho.

Dituturkan Ridho, kapasitas PTM 1 hanya mampu menampung 150 pedagang. Sementara jumlah pedagang mencapai 4020 pedagang. “Alhamdulillah dukungan dewan, kita sudah menyiapkan terminal jalan lingkar untuk pedagang. Lampu dan sebagainya kita lengkapi tapi belum semua, masih ada yang kucing-kucingan,” terangnya mengatakan sebagai antisipasi penyebaran covid juga akan melakukan rapid tes kepada pedagang.

Dengan tak patuh terhadap protokol kesehatan kata Ridho, dikhawatirkan corona gelombang kedua atau tahap II akan kembali terjadi. “Kita itu takutnya itu, corona tahap II melanda Prabumullih kalau kita tidak disiplin dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Karena itulah diharapkan agar seluruh pedagang pasar pagi menempati jalan Lingkar. Sebab dengan menempati terminal lingkar protokol kesehatan akan lebih ketat. “Kita itu ngeri kalau bebas masuk corona terulang lagi, kita tidak ada kepentingan pribadi atau apa. Kita maklum dan tau mereka berjualan, tapikan dengan tidak patuh masyarakat jadi korban, ekonomi terdampak lagi,” terangnya.

Disampaikan Ridho, perlu adanya dukungan dari semua pihak agar kasus 0 positif tidak lagi bertambah. “Ini harus kita pertahankan sampai akhir hayat kita, dan itu tidak bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak termasuk dewan,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Sutarno SE mengutarakan, zero positif corona atas keberhasilan pemkot yang menerapkan PSBB justru dinilai menjadi tantangan.

“Zero kasus ini disisi lain kita bersyukur, bisa menekan penularan coviod. Disisi lain tantangan bagi kita untuk tetap giat sosialisasi ke masyarakat dalam artian jangan mentang-mentang zero, new normal bisa bebas sebebas-bebasnya. Tetap gencar sosialisasi,” terang politisi partai Golongan Karya ini.

Bila lengah dan masyarakat tak patuh, Sutarno khawatir penularan corona akan kembali terjadi di Kota Prabumulih. “Kita sudah zero, nanti ada penularan dari OTG, itu harus kita protek benar. Kita khawatir gelombang kedua, sehingga kita harus antisipasi. Tapi jangan sampai (ada kasus positif), tapi kalau kita biarkan masyarakat bebas, pedagang juga tidak menutup kemungkinan,” tegasnya seraya menyampaikan untuk pedagang pasar pagi diharapkan tetap di terminal.

Sementara itu, paripurna yang digelar pagi kemarin selain dihadiri anggota DPRD, juga dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Paripurna, yang dipimpin langsung ketua DPRD Sutarno SE didampingi Wakil Ketua H Ahmad Palo SE, dan dihadiri Wako dan wawako H Andriansyah Fikri SH  kembali dilanjutkan pukul 15.00 WIB dengan beragendakan penyampaian pendangan dari anggota DPRD masing-masing fraksi. (08)

 

Komentar

News Feed