oleh

Khawatir Budaya Daerah Dilupakan

-Kecamatan-16 views

//Minta Pesirah Adat Dihidupkan

//Wacanakan Bangun Museum

PRABUMULIH – Perkembangan zaman yang diiringi dengan kecanggihan teknologi saat ini, menyebabkannya budaya dan kearifan lokal makin dilupakan.

Nah, agar kearifan lokal tak dilupakan khususnya bagi generasi penerus di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta agar Pesirah Adat dihidupkan kembali.

“Ini sebagai antisipasi agar dimana saat kita menghadapi modernisasi dan kekebasan informasi jangan sampai ciri khas kita sebagai orang yang punya adat-istiadat sendiri atau kearifan lokal menjadi punah,” kata Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Bila kearifan lokal disuatu daerah punah, Herman Deru khawatir generasi penerus tak akan mengenal budaya daerah sendiri. “Kalau punah anak cucu kita lupa atas identitasnya, itu yang kita antisipasi,” tegasnya.

Ketua DPRD H Sutarno SE melalui Wakil Ketua H Ahmad Palo SE menyampaikan, Gubernur memang menginginkan agar identitas daerah kembali disosialisaikan ke masyarakat untuk dihidupkan.

“Terkait hal itu kita sudah ada Perda sebenarnya, yang sudah dibuat. Kita juga mengantisipasi salah satunya perda huruf ulu yang dulu kita sahkan,” ungkap Palo yang berharap kedepan sosialisasi kembali digencarkan.

Kemudian ungkap Palo, sebagai bentuk identitas Gubernur mengharapkan adanya peningkatan budaya. Terkait ini, DPRD akan berkoordinasi bersama Pemkot untuk membuat museum di Kota Prabumulih. “Ini agar anak cucu kita kedepan tau budaya Prabumulih, yang tidak hanya diperingati setiap tahun,” ungkapnya.

Keberadaan museum budaya lanjut Palo, bisa menjadi referensi bagi generasi yang akan datang untuk mempelajari sejarah budaya kota Prabumulih.

“Dengan adanya museum itu anak-anak bisa belajar, ada wisata budaya yang bia dilakukan ini gerobak, ini angkong,” lanjutnya.

Disinggung apakah terkait Pesirah Adat , nantinya akan bersinergi dengan Provinsi? “Pasti, karena pak gubernur menyampaikan pesirah adat itu di seluruh Sumsel. Artinya Prabumulih juga ada. Kita harapkan, tidak hanya dibentuk dengan struktur pesirah adat tapi ditunjang anggaran melalui provinsi,” jelas Palo.

“Kalaupun anggaran provinsi kurang, kami berkeyakinan DPRD dan kota Prabumulih akan mensuport,” tukasnya menyampaikan Bank Sumsel Babel (BSB) ditunjuk oleh gubernur sebagai motor penggerak sekaligus membantu pendanaan.

Terpisah, Walikota Ir H Ridho Yahya MM menuturkan selama ini pesirah adat atau tokoh adat di Kota Prabumulih sudah menerimanya insentif dari Pemerintah Kota. “Kitakan sudah memberikan gaji bagi tokoh adat , apalagi setiap HUT kota (sebelum Covid) tiap malam ada kesenian kita sebetulnya,” kata Ridho.

Disinggung apakah kedepan akan membangun museum adat? “Kita ada museum gas, apa yang akan kita letakkan di museum. Kita tidak ada peninggalan sejarah,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed