oleh

Kewalahan Tangani Kebakaran Lahan

September, 38 Sudah Kasus

PRABUMULIH – Kebakaran lahan yang hampir setiap hari terjadi cukup membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) kewalahan.

Seperti Jumat (20/9), ada 5 kasus kebakaran lahan harus ditangani dalam sehari. Lalu, Sabtu (21/9) setidaknya ada 3 kebakaran lahan harus dipadamkan dalam sehari.

Keterbatasan personel pemadam dan juga mobil Damkar menjadi kendala petugas, memadamkan kebakaran api di Kota Nanas ini.

Hal itu ditegaskan Kepala Sat Pol PP Damkar dan Penyelamatan, Hartono SE MSI dibincangi melalui Kabid Damkar dan Penyelamatan, Sriyono SH.

“Hingga September ini, sudah terjadi 91 kasus kebakaran. Data kita miliki, setidaknya 80-an kasus merupakan kebakaran lahan,” terangnya kepada awak media, akhir minggu (22/9).

Lanjut Yono, kebakaran lahan terbanyak terjadi pada September ini, sebanyak 38 kasus kebakaran lahan setiap harinya harus ditangani cepat petugasnya.

“Jumat lalu 5 kasus kita tangani, Sabtu kemarin 3 kasus. Kebakaran lahan terjadi, sehari bisa 2 – 3 kali atau lebih kejadian,” akunya.

Akunya, informasi dihimpun dari Damkar. Penyebab kebakaran lahan ini, ada disengaja karena ingin membuka kebun memanfaatkan musim kemarau. Dan juga, kebakaran disebabkan untung rokok, dan lainnya.

“Kita minta dukungan semua pihak, khususnya dalam pemadaman kebakaran lahan. Agar bahu membahu, apalagi petugas kita jumlahnya terbatas. Hanya 60 orang saja, setiap harinya tiga shift dalam melaksanakan penanggulangan kebakaran di Kota ini,” tukasnya.

Ia pun berharap, agar pihak kepolisian memproses sesuai hukum berlaku. Pembakaran lahan dilakukan secara sengaja, alasannya untuk membuka lahan perkebunan.

“Kita harapkan ada diproses hukum dan dipidana, pembakaran lahan sengaja. Sehingga, pembakaran lahan bisa dikurangi,” tukasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk melalui Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH menerangkan, akan segera memproses pembakaran lahan dilakukan dengan sengaja, khususnya membuka lahan perkebunan.

“Akan kita pidanakan dan proses hukum,” akunya.

Lanjutnya, pelaku pembakaran lahan atau hutan bisa diterpakan Pasal 108 jo Pasal 69(1) huruf h UU RI No 32/2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup.

Ucapnya, berisi setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Lalu, Pasal 187 (1) jo Pasal 188 KUHP berisi barang siapa karena kealpaanya,sengaja menimbulkan kebakaran,banjir dan ledakandapat mengakibatkan bahaya umum.

“Pasal 50(3) hurud d jo Pasal 78(3) UU RI No 41/1999 tentang kehutanan setiap orang dilarang membakar hutan,” ujarnya.

Pelaku atau tersangka pembakaran hutan, tidak hanya dikenakan hukuman penjara tetapi juga denda. “Ancamannya, 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed