oleh

Kesadaran Periksa IVA Minim Jemput Bola ajak Kaum Hawa

SINDUR – Kesadaran masyarakat kelurahan Sindur, untuk melakukan deteksi dini kanker rahim masih sangat rendah. Buktinya dalam pemeriksaan yang dilakukan di Puskeskel kemarin, hanya 56 orang yang melakukan tes IVA.
Nah, untuk menjaring 100 persen peserta sesuai dengan himbauan yang disampaikan Ketua TP-PKK Hj Suryanti Ngesti Ridho. Kelurahan Sindur jemput bola dengan door to door mengajak kaum hawa untuk melakukan pemeriksaan IVA di Puskeskel.
“Tadi hanya 56 orang yang berhasil di jaring untuk dilakukan pemeriksaan IVA. Karena belum sampai target jadi kami lakukan door to door untuk mengajak warga agar mereka mau memeriksakan diri mereka ke puskeskel,” kata Ketua TP-PKK Kecamatan Cambai Yeni Mutchar.
Masih rendah kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA, kata Yeni akibat masih banyaknya masyarakat yang takut untuk diperiksa.
“Kita sudah door to door untuk mengajak mereka, namun masih ada beberapa diantara mereka yang enggan, dan sangat sulit di bujuk untuk melakukan pemeriksaan IVA. Meskipun kita sudah mengatakan, pemeriksaan hanya satu tahun sekali, dan tanpa di pungut biaya apa pun alias gratis,” bebernya
Penanggung Jawab Puskeskel Sindur, Widya Silvia AM Keb menuturkan jika dari door to door yang mereka lakukan tersebut setidaknya telah menambah jumlah target pasien dari sebelumnya menjadi 70an pasien .
“Insyaallah bisa sampai target, karena dilapangan kita juga menemukan ada beberapa masyarakat yang sedang halangan (Haid,Red). Ada yang sudah tidak haid lagi, atau wanita yang sudah lanjut usia,” katanya kemarin
Wanita yang sudah 14 tahun menjadi bidan di Sindur itu berharap, masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan IVA di puskeskel bisa melakukan pemeriksaan di puskesmas.
“Silahkan ke puskesmas, pemeriksaan ini menjadi penting. Apalagi saat ini di wajibkan untuk 3 tahun berturut turut harus melakukan pemeriksaan iva. Jika hasil pemeriksaan yang ketiga selesai dan dinyatakan normal, maka 5 tahun berikutnya wanita tersebut dianjurkan untuk pemeriksaan lagi,” tambahnya.
Salah seorang ibu rumah tangga yang melakukan memeriksakan IVA, Yunila mengaku awalnya takut untuk mengikuti pemeriksaan IVA, namun rasa takutnya lebih besar jika kanker rahimlah yang akan menggerogoti dirinya.
“Hasilnya normal, alhamdulillah rasa takut terkena kanker bisa hilang, jadi tidak was was lagi jika sudah tau seperti ini,” jawabnya singkat.(mus)
CEGAT: Salah satu petugas Pemeriksaan IVA mencegat ibu-ibu yang tengah berkendara, untuk diajak melakukan pemeriksaan IVA dipuskeskel.
Foto: mus/prabumulih pos

News Feed