oleh

Kerusakan Jaling Pengaruhi Ekonomi

-Metropolis-266 views

LINGKAR – Kerusakan jalan Lingkar (Jaling) Timur yang makin parah dikhawatirkan akan berdampak pada ekonomi.
Setidaknya hal itu dirasakan oleh Rahma, salah seorang warga jalan Flores. Menurutnya, kerusakan Jaling membuat dirinya enggan untuk mendatangi Citi Mall yang berada di Jaling.
“Jalan rusak nambah parah, mobil besak-besak rame nian jadi susah nak lewat. Kareno jalan rusak parah, mobil banyak nyari aman dan lewat jalan di sebelahnyo jadi melawan arus. Kami kalo nak muter (ke Jalan Sumatera) jauh nian nak ke Citi Mall. Jadi pas lah udem sekali jadilah. Kapan-kapan gek nunggu jalan bagus baru ke Citi Mall lagi,” ceritanya kemarin (9/3).
Menurut wanita berjilbab ini, jika jalan bagus tentu akan memperlancar pertumbuhan ekonomi masyarakat Prabumulih. Karena semua kebutuhan masyarakat menggunakan jalur transportasi darat akan lancar jika jalan bagus.
“Cubola liat di jalan lingkar, kalo jalan rusak parah cak ini kan macet terus. Keadaan ini mempengaruhi lingkungan sekitarnya, pengunjung mall sepi, yang belanja sepi dan barang angkutan yang dibawa mobil juga terlambat datang,” tuturnya menguraikan.
Namun hal berbeda diungkapkan Dewi (40) salah seorang penjual nasi dipinggir jalan sekitar Jaling. Ibu dua anak ini malah mengaku penghasilan bertambah jika sering macet di jalan lingkar. “Kan sopir sering kompoy saling tunggu, lantaran menunggu mereka makan minum di warung ku. Alhamdulillah lumayan Ado peningkatan pemasukan dari jual nasi, rokok, makanan dan minuman,” tambahnya.
Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumilih, Drs Mulyadi Musa MSi saat dikonfirmasi koran ini mengatakan hal senada. Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Prabumulih, Pemerintah Kota Prabumulih sudah berupaya untuk melakukan perbaikan Jaling yang merupakan jalan poros.
“Kerusakan jalan merupakan tanggung jawab bersama. Pihak transportir diminta untuk ikut berpartisipasi dalam mengupayakan perbaikan jalan Lingkar. Dari hasil pelaporan kita kan sudah ada respon dari Pemerintah Provinsi. Insyaallah dalam waktu dekat ini bisa dilakukan perbaikan,” harapnya.
Diakuinya banyak dampak negatif yang didapat akibat kerusakan jalan, selain jalur transportasi kurang lancar tentunya akan menghambat pertumbuhan ekonomi di sektor angkutan. Sekilas angkutan batu bara tak ada manfaatnya untuk Kota Prabumulih, namun beberapa pengemudi batu bara adalah masyarakat Prabumulih yang menggantung hidup sebagai mata pencaharian utama dibantu bara.
“Kerusakan jalan memang sudah terlihat makin parah, namun untuk upaya perbaikan perlu perencanaan yang matang. Namun kita optimis tahun ini segera dilakukan perbaikan agar semuanya bisa sama sama merasakan jalan yang bagus untuk menghidupkan roda perekonomian di Prabumulih,” tandasnya. (05)

News Feed