oleh

Kerahkan 300 Massa

-Metropolis-46 views
  • Aksi Tolak RUU HIP di DPRD

PRABUMULIH – Gerakan Masyarakat Prabumulih Bersatu (GMPB) bakal mengerahkan 300 orang atau massa dalam aksi di depan DPRD, Selasa (30/6/2020).

Hal itu dalam rangka menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pasalnya, RUU HIP dinilai melanggar karena tidak memasukkan terkait TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan komunis dan marxisme.

Kordinator Aksi, Lagiman mengungkapkan kalau aksi damai tersebut akan diikuti sekitar 300 orang dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Dalam menyuarakan aspirasi ke DPRD, dalam rangka penolakan RUU HIP dan mengawal fatwa MUI. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Sat Intelkam terkait pelaksanaan demo tersebut, rencananya dilakukan Selasa besok (hari ini, red),” sebutnya.

Sebutnya, 300 orang itu berasal dari 25 organisasi masyarakat (Ormas), baik ormas islam dan lainnya dalam rangka penolakan RUU HIP dan mengawal fatwa MUI.

“Dasar penolakan itu, tidak dijadikan rujukan TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan komunis/marxisme. Karena, bisa mengancam dan membahayakan negara. PKI dan paham komunis/marxisme bisa berkembang dan kembali bangkit di Indonesia. Makanya, kita tolak dan mengawal fatwa MUI tersebut,” tukasnya.

Demo itu sendiri, akunya akan fokus di depan DPRD. Dan, tidak ada long march di jalanan. “Harapan kita, aspirasi ini bisa disampaikan DPRD ke DPRD Sumsel dan juga DPR RI,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kabag Ops, Kompol Agus Slamet mengatakan, akan menyiapkan personel untuk pengamanan demo dalam rangka menyampaikan aspirasi ke DPRD tersebut.

“Yang jelas, akan kita turunkan personel untuk pengamannya,” sebutnya.

Agus berharap, demo tersebut berjalan damai dan lancar. Dan, tidak terjadi hal-hal tidak inginkan. “Personel pengamanan demo biasanya dari seluruh Satuan dan Fungsi (Satfung) ada di Polres Prabumulih,” tutupnya. (03)

 

Komentar

News Feed