oleh

Kepsek SMP Ramai-Ramai ke Luar Negeri

-Metropolis-284 views

PRABUMULIH – Saat ini sejumlah sekolah tengah disibukkan dengan berbagai agenda mulai dari ujian mid semester hingga persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Namun secara mengejutkan, sejumlah kepala sekolah menengah pertama (SMP) justru dikabarkan ramai-ramai berangkat ke luar negeri. Sedikitnya dikabarkan ada empat kepala SMP yang berangkat ke luar negeri tujuan Hongkong dan sejumlah Negara di Eropa. Kabarnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HM Rasyid SAg MM bersama Kasi SMP turut serta bersama rombongan.
Mereka berangkat Kamis, tanggal 16 Maret 2017, melalui bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sejauh ini belum diketahui pasti tujuan keberangkatan. Namun informasinya, mereka berangkat untuk melakukan studi banding dan katanya dengan menggunakan biaya sendiri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Kusron SPd yang coba dikonfirmasi kemarin terkesan enggan buka mulut. Ia beralasan tak tahu menahu soal rencana itu termasuk tujuan dari keberangkatan para kepsek dan atasannya ke luar negeri. Apalagi ketika disingunggu soal sumber biaya perjalanan.
“Soal itu aku idak tahu masalah itu. Nah, jangan tanyo aku lah, aku idak tahu sebab bukan bidang aku,” cetusnya.
Sementara itu, Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM yang dikonfirmasi terpisah membenarkan informasi tersebut.
“6 orang yang meminta izin ke kita, 4 di antaranya Kepala Sekolah SMP, yang meminta izin untuk melakukan study banding. Dan mereka hanya meminta izin saja, bukan minta biayanya untuk berangkat ke sana, Jadi ya kita izinkan. Nah, yang tidak boleh itu kalau pakek dana sekolah atau BOS sebab itu harus jelas. Tapi kalau pakek duet dewek untuk nambah ilmu dan mengembangkan Kota Prabumulih masak dak boleh,” ujar Ridho kemarin (16/3).
Lanjutnya, dengan keberangkatan kepala sekolah tersebut menurutnya kegiatan sekolah juga tidak tergangu, sebab mereka saat meminta izin juga telah memberitahukan siapa-siapa yang akan menggantikannya selama mereka pergi.
“Kita izinkan selain mereka duet dewek, kegiatan di sekolah masing-masing juga tidak terganggu. Apolagi kato mereka tujuan mereka kesano rencananya akan Keduta Besar Indonesia disana. Dan itu hebat makek duet pribadi biso kesano, jadi bagus untuk pengembangan ilmu di Prabumulih,” bebernya sembari menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan sesuatu yang positif.
Di tempat terpisah, salah seorang Pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Juani Idris ketika menilai, keberangkatan para kepala sekolah ke luar negeri akan menjadi masalah jika belakangan diketahui menggunakan uang sekolah. Karena untuk biaya akomododasi perjalanan ke luar negeri seperti Hongkong dan Negara-negara Eropa, biaya yang dibutuhkan mencapai belasan juta rupiah.
“Menurut aku bila keberangkatan tersebut menggunakan uang pribadi ya tidak masalah. Namun, bila biaya yang digunakan mereka menggunakan uang lain ya sangat disayangkan. Sebab dari pada study banding lebih baik uang yang digunakan untuk biaya keberangkatan tersebut dibuat untuk pembenahan sekolah masing-masing. Karena bila ingin belajar dengan Negara lain itu terlalu jauh, sebab belajar dengan pihak lokal saja masih belum berhasil seperti sekolah bertaraf internasional atau yang lainnya,” nilai.
Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Penyelamat Aset Daerah (LP3AD) Kota Prabumulih Mulwadi, juga menyaayangkan keberangkatan Kadisdik beserta jajarannya tersebut. Terlebih menurutnya saat ini pemerintah kota (pemkot) tengah mengalami defisit anggaran.
“Semestinya Kepsek fokus masalah kesiapan UNBK saja, tak usah urus yang lain dahulu. Sekarang saja masih banyak yang menumpang UNBK tapi ini sudah mau jalan-jalan,” kata Mulwadi.
Masih kata Mulwadi, kalau tujuannya untuk studi banding atau studi kooperatif cukup dilakukan di sekolah-sekolah unggulan yang ada di Sumsel atau di provinsi lainnya yang ada di Indonesia. “Memangnya yang seperti apa mau dicontoh, dengan Palembang saja kita masih jauh tertinggal. Kalau mau mencontoh-contohlah yang programnya sama dan bisa diterapkan sehingga bisa diterapkan,” pungkasnya. (Dewi)

News Feed