oleh

Kepsek SD Ambil Modul AKM

-Pendidikan-29 views

PRABUMULIH – Para Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Kecamatan Prabumulih Selatan, mulai mengambil modul Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang ditempatkan di SDN 34 Prabumulih.

Modul tersebut merupakan modal dasar pemahaman para guru dan siswa terkait rencakan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan melaksanakan AKM dan survei karakter pada tahun 2001 nanti.

Menurut Ketua Kelompok kerja Kepala Sekolah (K3S), para Kepsek sudah selesai menguki sosialisasi tentang AKM. Dari hasil sosialisasi, AKM tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum, seperti selama ini diterapkan dalam Ujian Nasional. Melainkan pemetaan terhadap 2 kompetensi minimum siswa, yaitu literasi dan numerasi.

“modul tentang AKMN sudah dibagikan melalui Kelompok kerja Kepala Sekolah di Kecamatan Prabumulih Selatan,silahkan dibaca dan difahami agar nanti bisa mengikuti AKM jika tiba waktunya,” jelas Ketua K3S Prabumulih Selatan Zaleha SPd, Rabu (16/12/2020).

Berdasarkan Modul AKM jenjang SD dan MI, pencapaiannya adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik, dengan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung, di dalam kehidupan sehari-hari . Serta kemampuan untuk menginterpretasi informasi kualitatif yang terdapat di sekeliling kemampuan tersebut ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bimbingan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan.

“Literasi dan numerasi adalah Bagaimana memaknai informasi yang bermacam-macam, kalau literasi informasi dalam bentuk teks sedangkan numerasi informasi dalam bentuk angka. Kemudian memproduksi makna Seperti apa, yang dikaitkan dalam aktivitas kehidupan sehari hari,” bebernya.

Diketahui, modul belajar , berisi aktivitas pembelajaran yang kontekstual dapat dilakukan oleh siswa yang didampingi oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya, yang akan membantu siswa mencapai kompetensi literasi dan numerasi pada berbagai mata pelajaran.

“Tujuan dari pembuatan modul ini dikembangkan untuk digunakan oleh siswa orang tua dalam memfasilitasi pembelajaran siswa dalam masa pandemi ataupun kondisi khusus lainnya, modul ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan perangkat ajar atau lainnya dalam upaya memfasilitasi siswa untuk belajar dalam kondisi seperti sekarang ini,” tukasnya. (05)

Komentar

News Feed