oleh

Kembalikan Tujuan Pendirian Sekolah

PRABUMULIH – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP yang 90 persen diambil melalui jalur Zonasi merupakan hal baru bagi masyarakat. Tahun ini merupakan tahun pertama penerapan regulasi baru sesuai Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no 51 tahun 2018.

Penerapan regulasi ini dinilai mengembalikan tujuan awal pendirian suatu sekolah di tengah-tengah masyarakat. karena itu penerimaan siswa baru jalur zonasi mengutamakan warga yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa PPDB sistem zonasi merupakan suatu cara pemerintah untuk melakukan pemerataan pendidikan, dimana dalam sistem ini yang diutamakan adalah warga sekitar sekolah dengan lokasi zona Sesuai dengan kesepakatan.

“Seperti di Prabumulih maksimal radius dari lokasi tempat tinggal dengan lokasi sekolah itu maksimal 2 km. namun dengan jumlah pendaftar yang banyak dan kuota penerimaan terbatas sehingga perangkingan disleksi melalui jarak terdekat, yang paling dekat itulah yang memiliki kesempatan untuk masuk ke suatu sekolah tertentu,”jelasnya.

Mantan sekretaris Disdikbud ini juga mengatakan bahwa masyarakat harus menerima regulasi ini sehingga program pemerintah bisa berjalan sebagaimana mestinya. untuk itu pihaknya juga berharap agar para kepala sekolah selalu mengingatkan calon siswa baru yang tidak masuk ke sekolah negeri segera mencari solusi sebelum terlambat.

Saat ini proses PPDB tahun 2019 sudah berakhir, kini sudah memasuki masa daftar ulang. Dengan kebijakan baru ini, beberapa orang tua harus kecewa karena anaknya tidak terjaring di Sekolah Negeri yang ada di sekitar rumahnya. Untuk itu, beberapa orang tua berharap agar Pemerintah Kota Prabumulih mendirikan sekolah baru di suatu tempat yang lokasinya cukup jauh dengan sekolah Negeri.

“Kalau sistem ini terus berlanjut, maka salah satu solusi Pemerintah Pusat harus mendirikan sekolah negeri lagi di sekitaran Prabusari. karena beberapa anak yang tinggal di sekitar sini berada di antara SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 12 Prabumulih tidak ada yang mencukupi syarat,”kata salah seorang warga yang mengeluhkan anaknya tidak terjaring di sekolah Negeri.

Selain itu, Kabid Pembinaan SMP, Heryadi SPd menambahkan melalui PPDB sistem zonasi juga ada siswa berprestasi yang dirugikan. karena penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi hanya 5% dari jumlah siswa yang diterima, sedangkan mendaftar melalui jalur zonasi yang jumlahnya 90persen lokasi rumah dari beberapa sekolah rayon dikalahkan oleh pendaftar yang jaraknya lebih dekat dengan sekolah.

“Inilah salah satu kelemahan PPDB sistem zonasi, hasil belajar dan prestasi siswa selama di Sekolah Dasar itu seperti tidak dihargai. Karena jalur prestasi yang hanya 5% dan melalui sistem zonasi juga tidak bisa menjangkau Lebih dekat dari beberapa pendaftar lain akibatnya siswa berprestasi tidak bisa terjaring di sekolah Yang diinginkan,”bebernya.

Namun Heryadi juga mengatakan mengenai pemerataan yang diharapkan oleh pemerintah dengan sistem ini sekolah swasta yang tadinya memang terbilang kurang baik maka dengan adanya siswa berprestasi yang tidak terjaring ke sekolah negeri dapat menunjang popularitas sekolah swasta.

“Beberapa evaluasi yang dapat kita ambil sesuai dengan keluhan masyarakat kita berharap pemerintah ke depan bisa menambah kuota PPDB melalui jalur prestasi dari sebelumnya hanya 5 persen bisa ditambah misalnya menjadi 30 persen,”harapnya.(05)

Komentar

News Feed