oleh

Kemarau, Penderita Ispa Meningkat

PRABUMULIH – Penyakit akibat musim kemarau, mulai menyerang sejumlah masyarakat yang ada di Kota Prabumulih. Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo S MPh melalui Sekertaris dr Hj Hesti W MM menyampaikan, Ispa dan diare menjadi penyakit yang paling rentan dimusim kemarau. “Ispa dan Diare penyakit yang sering muncul saat kemarau. Karena kemarau biasanya terjadi kekeringan, air bersih mulai berkurang. Selain itu akibat kemarau jalanan menjadi berdebu,” kata dr Hesti Rabu (7/8).

Ia menyampaikan, penyakit musim kemarau pada dasarnya bisa dicegah. Yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Selalu mencuci tangan setelah beraktivitas, dengan air yang mengalir. Tidak berada diluar rumah bila memang tidak memiliki aktivitas penting,” ujarnya menambahkan mengkonsumsi makanan yang sehat juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh. Sementara itu Kasi Yankes Primer dr Ersyika Aryani menambahkan, penderita Ispa lebih banyak menyerang anak-anak dan lansia. “Karena pengaruh debu dan cuaca yang sangat panas, tapi usia dewasa juga ada,” ungkapnya.

Dia mengakui, untuk Ispa memang mengalami peningkatan sejak kemarau ini. Bahkan dari data 10 penyakit terbanyak yang ada di Dinas Kesehatan, kasus Ispa mencapai 4.939 hingga Mei (data lengkap lihat grafis).“Data terbaru, baru sampai Mei,” ungkapnya menambahkan bulan Juli dan Juni penderita Ispa diperkirakan meningkat. Sedangkan untuk diare ungkapnya, tercatat 1.081 kasus termasuk kolera. “Diare menduduki posisi ke 4 dalam daftar penyakit 10 terbanyak,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah orang tua mulai mengeluh, sebab banyak anak-anak yang terserang batuk filek. “Kalau kato dokter keno Ispa, sudah nak seminggu ini batuk. Jadi izin dulu sekolah, disekolah jugo banyak kawannyo batuk. Di Klinik kemarin berobat, rato-rato batuk filek galo anak-anak,”ungkap Diana salah satu orang tua yang anaknya menderita Ispa. Saat ini lanjutnya, ia mulai menerapkan pola hidup sehat. Dengan membatasi aktivitas anak untuk sementara waktu. “Sekarang dirumah bae dulu, makan jugo dikontrol takut makan yang biso nambah batuk. Kasian kalau batuk,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed