oleh

Keluarga Harus Mampu Deteksi. Terkait Pemakai Narkoba

PRABUMULIH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih tak pernah berenti melakukan penyuluhan bahaya narkotika. Terlebih, peredaran barang haram di kota nanas ini sudah sangat mengkhawatirkan. Demikian sampaikan Pelaksana Tugas Kepala (Plt KA) BNN, Achmad Junaidi SPsi melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat M Satrio SKM saat menjadi narasumber dialog interaktif di Radio Pentas 98.7 FM Kamis (25/7).

Ia mengatakan, narkoba merupakan barang berbahaya bagi kesehatan dan menghancurkan masa depan. “Sudah tahu barang haram, terus sangat merusak tubuh masih saja dikonsumsi, bearti ada yang salah dalam pikirannya,” terangnya. Banyak cara lain untuk untuk menjadikan kita nyaman menjalani hidup. Salah satunya aktivitas yang positif, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan banyak beribadah atau berolahraga. “Kalau sedang galau, prustasi dan sebegainya tentunya masih banyak cara lain agar kita tidak merusakan tubuh dan terjerat dengan hukum,”

Ia menyebut, BNN Prabumulih sangat konsen dalam melakukan pencegahan hingga penindakan. Tentunya diimbagi juga dengan kegiatan penyuluhan. “Lembaga pemerintah, swasta, pendidikan dan komunitas di Prabumulih ini sangat proaktif, mereka langsung yang menyiapkan sarana prasarana untuk ikut dalam penyuluhan pencegahan bahaya narkoba,” terangnya.

Memang, pengguna narkoba ini sangat rentan dialami para pengangguran, pelajar dan mahasiswa. Tapi tidak sedikit juga para tokoh publik yang terjerat narkoba. Selain itu ada juga dari ASN dan sebagainya. Artinya, narkoba ini sudah masuk kesemua lini masyarakat, sehingga butuh kewaspadaan bersama. “Keluarga memiliki peran penting mendeteksi anggota kelaurganya,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang mengetahui ada pecandu narkoba atau pemakai, untuk segera melapor ke BNN. Nnati akan kita lakukan rehab. Kalau secara sukarela datang ke BNN untuk minta rehab tidak ada sanksi hukumnya. “Sebab rehab bagi mereka yang ketergantungan narkoba sudah menjadi haknya,” tuaksnya.

Sebelumnya, target rehabilitasi atau rehab narkoba ditetapkan Badan Narkotika Nasional (BNN), sudah terpenuhi alias overtarget. Dari 50 orang pecandu narkoba, data BNN sejauh ini telah 75 orang pecandu narkoba direhab.
Pelaksana Tugas Kepala (Plt KA) BNN, Achmad Junaidi SPsi mengatakan, sebanyak 55 pecandu narkoba dirawat jalan di Klinik Pratama Praja Nugraha di BNN.

“Lalu, sisanya atau sekitar 25 orang dirawat di sejumlah tempat rehab. Seperti; Kalianda, Bersama Kita Bisa Pagar Alam, Yayasan GAS, dan RS Fadhillah,” ucap Jun, sapaan akrabnya, Rabu (24/7). Sambungnya, sebanyak 53 rehab narkoba berasal dari sukarela (voluntary). Hasil program SIL (Skrining Interpensi Lapangan), dilakukan petugas BNN.

“Lalu, 22 orang berasal dari kompulsary. Bisa juga karena tangkapan, terjaring razia dan lainnya,” terangnya. Akunya, penyalahgunaan narkoba didominasi oleh pengangguran. Begitu juga, pelajar dan mahasiswa terdapat 9 kasus, hasil rehab dilakukan BNN. “Penyalahgunaan narkoba didominasi sabu. Lalu, ekstasi, dan ganja,” pungkasnya.

Sementara itu, kata dia, rincinya 75 orang rehab narkoba data hingga akhir Juli ini. Januari sendiri, akunya ada 4 orang. Lalu, Februari 13 orang, Maret 7 orang, April 9 orang, Mei 15 orang, dan Juni 9 orang. “Terbanyak, rehab terjadi pada Juli ini ada 18 orang,” pungkasnya. (03/asa)

Komentar

News Feed