oleh

Kekeringan Mulai Mengancam

PRABUMULIH – Sejumlah daerah di Bumi Seinggok Sepemunyian kini mulai mengalami kekeringan. Mulai dari pedesaan di antaranya Sinar Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kelurahan Patih Galung, (Prabumulih Barat), Kelurahan Anak Petai (Prabumulih Utara), Kelurahan Majasari (Prabumulih Selatan) hingga kelurahan-kelurahan di Kecamatan Prabumulih Timur seperti Gunung Ibul serta Karang Raja, hingga sejumlah desa di Kecamatan Cambai.
Sumur tadah hujan yang selama ini jadi andalan untuk mendapatkan air bersih kini mulai mengering. Begitupula dengan debit air di sejumlah sungai yang terus menyusut.
Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci, kini warga mulai mencari alternatif. Beberapa di antaranya rela merogoh kocek demi membeli air bersih ada pula yang mengandalkan sumur umum. “Sudah lamo yang mandi di danau dan ngambil air minum di sumur ini. Sejak kemarau adolah cak satu bulan,” kata warga Dusun I Eli Nurdin.
Eli menyampaikan, kekeringan air akibat kemarau di Desa Sinar Rambang dirasakan oleh masyarakat setiap tahunnya. Beruntung kata dia, di desa tersebut terdapata air danau dan sumur yang tak pernah kering. “Kami dusun I ini paling beruntung, jaraknyo dekat. Kalau dari dusun lain agak jauh. Kalau dak ado sungai samo sumur itu susah kami warga ini,” bebernya.
Samsidi warga lainnya mengungkapkan, setiap harinya warga harus mengantri untuk mengangkut air dengan menggunakan jerigen di sumur umum yang jaraknya tak jauh dari pemandian danau guhong.
“Kalau kami sehari kadang angkut sampai 5-6 jerigen, oleh ngisi bak dikit. Ado yang cumo untuk air minum bae, tapi itulah harus mengantri apolagi kalau sudah siang itu ramai olehnyo banyak yang balek nakok,” beber Samsidi.
Dengan kondisi krisis air bersih yang setiap tahun terjadi, Samsidi dan warga desa lainnya berharap agar kiranya aliran air bersih yakni PDAM terpasang hingga kedesa pelosok. “Pengen cepat ado PDAM, memang selamo ini sungai samo danau idak pernah kering. Tapi tetap bae, kami warga pengen PDAM masuk, jadi kami jugo idak terlalu susah kalau kemarau,” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Sinar Rambang Indarqo, dibincangi mengungkapkan apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut benar adanya. Bahkan menurutnya, keinginan masyarakat agar jalur PDAM segera masuk ke desa Sinar Rambang sangatlah wajar.
“Karena memang warga hanya bergantung dengan danau dan sumur umum, untuk mengandalkan air sumur tidak bisa. Tidak hujan sebentar saja air sumur sudah banyak yang kering,” jelasnya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air dengan membangun sumur bor, ungkap Indarqo sangat tak memungkinkan. “Disini membuat sumur bor tidak akan berhasil, yang ada masyarakat khawatir karena banyak minyak sebab kawasan tambang,” ucapnya.
Karena itulah jelas dia, untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan air pihaknya sudah membangun tempat pemandian di danau. “Dulu hanya tanah biasa, sekarang karena usulan masyarakat juga sudah kita buat tempat pemandian umum. Masyarakat setiap hari sejak kemarau selalu datang kesana, mandi dan untuk mengambil air minum dengan menggunakan jerigen,” tukasnya.

Hal senada diutarakan Akbar. Salah seorang warga yang tinggal di jalan Lingkar Kelurahan Gunung Ibul ini mengaku sudah mulai merasakan kekeringan sejak beberapa hari terakhir. Volume air dari sumur tadah hujan miliknya kini terus menyusut. “Lah dak naek lagi (air) kalu disedot,” keluhnya.
Pria berkulit hitam manis pun berharap agar hujan segera turun, sehingga kesulitan air bersih tak berkepanjangan. Karena menurutnya kekeringan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan termasuk penyakit. “Susah kito kalu katek banyu, apo lagi rumah tanggo,” tukasnya. (05)

News Feed