oleh

Kejaksaan Tetapkan IH dan FD Jadi Tersangka

-Metropolis-23 views

Kasus Penyaluran KMKWA

PRABUMULIH – Setelah melakukan proses panjang penyidikan dugaan kasus korupsi salah satu “Bank Pelat Merah”, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih melakukan penetapan tersangka penyaluran Kredit Modal Korupsi Withdrawall Aproval (KMKWA) dari 2017 hingga 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Topik Gunawan SH MH menjelaskan, hasil penyidikan Seksi Pidana Khusus (Pidsus) akhirnya ditetapkan dua tersangka.

“Tersangkanya, yaitu dengan inisial FD (AO-Account Officer Bank) sebagai pegawai bank pelat merah dan IH (Pihak Swasta) sebagai penerima penyaluran KMKWA). Sementara ini, baru dua tersangka tersebut kita tetapkan. Dan, tidak menutup kemungkinan ada pengembangan kasus lagi dan penetapan ada tersangka baru,” ujar Topik kepada sejumlah awak media, Selasa (6/4/2021).

Ini ungkap Topik, merupakan hasil ekspos atau gelar perkara telah dilakukan penyidik Seksi Pidsus. Mengacu dari hasil audit BPKP, ada temuan kerugian negara sebesar Rp 5,9 miliar. Dan, ditegaskan BPKB penyalurkan kredit tidak sesuai dan melanggar surat Direksi Bank Pelat Merah tersebut.

“Rp 4,8 miliar, sudah disetorkan atau diangsur ke bank. Masih tersisa Rp 1,2 miliar. Dua tersangka, memang belum kita tahan. Karena, kita belum melakukan pemanggilan dan juga pemeriksaan,” jelasnya.

Sambungnya, FD sendiri dikenakan dengan Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 18 UU No 31/1999 sebagai dirubah UU No 20/2020 tentang tindak pidana korupsi. Lalu, IH dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 55 dan Pasal 64 UU No 31/1999 sebagai dirubah UU No 20/2020 tentang tindak pidana korupsi.

“Pada kasus ini, penyidik sudah menemui adanya dugaan korupsi. Makanya, sudah ditetapkan tersangka korupsi dan penyidikan ini masih terus berlanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus, Wan Susilo Hadi SH MH menambahkan, kalau tersangka FD diakuinya telah resign dengan kemauan sendiri dari Bank Pelat Merah tersebut. Sebelum, kasus ini mencuat.

“Iya, tersangka memang sudah mengundurkan diri dan tidak lagi bekerja di Bank Pelat Merah. Tetapi, sejauh ini masih koperatif dalam memberikan keterangan terkait dugaan korupsi KMKWA,” ucapnya.

Lanjutnya, hasil audit BPKP memang ada temuan tindak pidana korupsi. Hingga, akhirnya keluar kerugian negara sebesar Rp 5,9 miliar.

“Rp 327 juta, kita sita sebelumnya termasuk juga ke dalam setoran Rp 4,8 miliar telah diangsur para tersangka untuk memenuhi KMKWA telah dikucurkan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed