oleh

Kedatangan Vaksin Covid Tak Pasti

-Metropolis-37 views

Kadinkes: Belum Tau Kapan dapat Giliran

PRABUMULIH – Pemerintah Pusat akan menyalurkan vaksin Covid-19 untuk daerah. Tak terkecuali Kota Prabumulih, namun untuk penyalurannya didaerah hingga kini belum pasti.

Terbukti di Kota Prabumulih, saat ini Dinas Kesehatan Kota Prabumulih belum mengetahui kepastian jadwal kedatangan, termasuk jatah vaksin Covid-19 yang akan diterima.

“Belum tau kapan dapat giliran, termasuk kuota berapa persen. Karena secara anu saja per bayi saja sekitar 4 ribuan kelahiran. Kalau 5 tahun balita 4 kalikan 5,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo S MPH, Kamis (10/12/2020).

Disinggung siapa yang akan divaksin tahap awal, bila vaksin sudah diterima. Menurut dr Tedjo, siapapun bisa divaksin. “Kalau ada yang takut silakkan, ada yang mau coba silahkan. Saya bisa, pak wali bisa tapi kelihatannya sesuai prioritas dari pusat,” bebernya.

Adapun prioritas sesuai dari pusat menurut dr Tedjo merupakan Presiden. “Kalau di daerah Walikota,” lanjutnya.

Lebih jauh untuk petugas yang akan melakukan vaksin, bisa dilakukan oleh bidan ataupun perawat. “Tiap bidan maupun perawat yang punya STR berarti sudah mampu,” lanjutnya menambahkan untuk petugas dan tenaga kesehatan dinkes mencapai 1500 belum termasuk RSUD.

Sementara terkait ketakutan masyarakat akan divaksin, mengingat sudah banyak informasi yang beredar suntik vaksin justru memakan korban? Pria bertubuh tinggi jangkung ini mengaku, pihaknya sama sekali belum menerima laporan dari masyarakat.

“Kita belum ada keluhan dari masyarakat yang takut secara langsung ke kita. Bisa disuluh dulu karena kalau takut bawaan itu yang kita jangan dulu. Karena bukan vaksin saja suntik saja baru nempel pingsan, kita sering toh baru nempel jarum ketakutan,” tukasnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Delinom H Nofronain SST MSI, menyampaikan meski belum ada kepastian terkait kedatangan vaksin dan siapa yang akan divaksin. Namun pihaknya sudah mulai menyiapkan petugas yang akan melakukan vaksin.

“Kita baru menyiapkan petugasnya dulu, di puskemas kan ada jurim (juri imunisasi) ada pengelola penanggung jawab imunisasi. Sementara itu kita karyakan, karena kita belum dapat juknis (petunjuk teknis) dari pusat apakah petugas yang mengerjakan atau petugas dulu yang disuntik,” katanya menambahkannya bila memang petugas medis yang harus divaksin terlebih dahulu pihaknya sudah siap.(08)

Komentar

News Feed