oleh

Kasus Persetubuhan Anak Bawah Umur, Polisi Tangkap 2 Pelaku, 2 Lainnya DPO, Pelaku Terancam 15 Penjara

-Ringkus-48 views

 

PRABUMULIH – Kasus persetubuhan anak di bawah umur, kembali terjadi di wilayah hukum Polres Prabumulih.

Terungkapnya kasus ini, setelah orang tua korban melapor ke SPKT Polres Prabumulih dan ditangani Unit PPA.

Didasari laporan orang tua korban tersebut, petugas pun bergerak hingga berhasil menangkap dua dari 4 tersangka persetubuhan anak di bawah umur.

Sebut saja, FB (15), korbannya menjadi aksi kebejatan empat pemuda yang mengilirnya di sebuah kontrakan di Kawasan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur.

Dua tersangkanya, yaitu Dandy Sanjaya Sander (19), warga Jalan Surip RT 02/RW 04 Kelurahan Pasar Dua, Kecamatan Prabumulih Barat dan Septian Kaliandra (19), warga Jalan Nur Ilahi RT 03/ RW 01 Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur berhasil diringkus, Minggu lalu (25/10/2020). Dandy ditangkap di Kafe Tania Kawasan Cambai, sementara itu Septian di rumahnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Masnoni SIk bersama Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH membenarkan, 2 dari 4 tersangka persetubuhan anak di bawah umur sudah tertangkap.

“Dua lagi, tersangka AF dan RN masih buron alias masuk DPO. Dan, masih dalam pengejaran petugas,” terangnya kepada sejumlah awak media di sela-sela release ungkap kasus kriminalitas menonjol di Mapolres, Rabu (28/10/2020).

Kasus ini terungkap, setelah orang tua FB mengetahui putrinya digilir 4 pemuda baru saja dikenalnya di kontrakan dan sebuah kafe.

“Barang bukti baju korban, kita sita. Kasusnya, sejauh ini masih dalam penanganan penyidik,” terangnya.

Mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini menerangkan, kedua tersangka terjerat kasus Tindak Pidana (TP) Persetubuhan Anak dibawah Umur berdasarkan Pasal 81 UU RI No 17/2016 Tentang Perlindungan.

“Diancam pidana maksimal 15 tahun penjara, dan denda Rp 5 miliar,” terangnya.

Salah satu tersangka, Dandy mengaku, tidak ada paksaan ketika mengajak korban berhubungan badan dan dirinya tidak mengimingi apa-apa. “Memang kito gilir, korban tuh atas dasar suko samo suko. Aku dak tahu, kalu jadinyo mak ini,” pungkasnya. (rin)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed