oleh

Kasus Penipuan CPNS, James Rayu Calon Korbanya

PRABUMULIH – Cukup lama buron, sekitar 3 tahun. James (39), tersangka kasus penipuan CPNS di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot). Akhirnya, Jumat dini hari (25/1), sekitar pukul 01.00 WIB di rumah tetangga tak jauh dari rumahnya beralamat di RT 02/RW 03 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.

Penangkapan ini sendiri, setelah Tim Ops Polres Prabumulih setelah melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaannya. James yang terkenal licin, langsung digrebek dan berhasil ditangkap.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH menerangkan, kalau James menjanjikan istri pelapor Wedi, Hendraina, berstatus guru Honorer K2 untuk segera diangkat menjadi PNS.

Syaratnya, kata Abdul Rahman, pelaku menyerahkan uang Rp 146 juta. Nah, dengan bujuk rayu James. Akhirnya, korban mau memberikan uang. Dengan cara mentransfer dengan beberapa tahap. Melalui BCA dan BRI ke rekening tersangka James.

“Setelah menguasai uang korban, bukan memenuhi janjinya. Tetapi, James diduga sengaja menipu korbannya. Dengan membawa lari uang korban yang telah dikuasainya, sementara itu hingga sekarang ini korbannya tidak kunjung diangkat PNS. Sehingga, korban mengalami kerugian uang Rp 145 juta,” ujarnya kepada koran ini.

Korbannya pun, karena tidak kunjung diangkat PNS. Kata, menagih janji tersangka dan meminta uangnya yang telah ditransfer dikembalikan. Karena, kesal akhirnya korban melaporkannya kepada kita.

“Lantaran, janji CPNS tidak angkat dan uangnya tidak kembali. Makanya, dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Nah, ketika diintrograsi pihaknya tersangka, berdalih juga tertipu. Uang Rp 145 juta, tidak dikuasai dirinya sendiri. Tetapi, ditransfer uangnya kepada seseorang yang bisa mengangkat korbannya PNS.

“Dugaan kita, hanya modus. Pasalnya, ketika ditanya James. Tidak bisa menerangkan kepada siapa, uang yang ditransfer tersebut,” aku perwira berpangkat tiga balok.

Ungkap Kasat, pelaku sendiri dijerat dengan Pasal 372 KUHP. Dengan ancaman pidana, diatas 4 tahun penjara. Akunya, sementara ini baru satu pelapor yang menjadi korbannya.

“Kasusnya sendiri, sekarang ini terus dilidik dan dikembangkan. Apakah ada korban lain, atau tidak terkait dugaan kasus dugaan penipuan CPNS,” pungkasnya. (03)

News Feed