oleh

Kasus Covid-19 Bertambah Satu

-Metropolis-61 views
  • 4 Pedagang Enggan Diswab, 3 Tinggal Tunggu Hasil

PRABUMULIH – Informasi Gugus Tugas (Gugas) Provinsi Covid-19, akhir minggu ini kasus Covid-19 asal Prabumulih  bertambah satu kasus. Sehingga, terdata di Gugas Provinsi Covid-19, Prabumulih sebanyak 39 kasus. 32 sembuh, 4 kasus meninggal dan 3 kasus pengobatan dan penyembuhan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr H Happy Tedjo TS MPH dikonfirmasi awak media, membenarkan hal itu setelah melakukan pengecekan ke Gugas Provinsi Covid-19. “Iya, betul satu kasus bertambah. Setelah dilakukan tracking, ternyata masih dari cluste tenaga kesehatan (Nakes) dari salah satu RS swasta di kota ini,” ujar Tedjo, akhir minggu ini.

Sambungnya, nakes yang terpapar merupakan seorang dokter, dan terpapar disebabkan kasus lokal. Kemungkinan, sebutnya terpapar karena sesama dokter atau pasien yang dirawat. “Dokter tersebut, sudah diisolasi dan tidak lagi melayani pasien. Dan, dalam pengobatan dan proses penyembuhan di RS swasta. Tracking, terus petugas lakukan sebagai antisipasi dan deteksi dini Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 7 pedagang di Pasar Pagi, PTM II Pasar Inpres ditemukan reaktif hasil uji rapid test beberapa waktu lalu. Belakangan, diketahui sebanyak 3 orang telah dilakukan swab. Lalu, 4 orang akan menyusul untuk diuji swab, memastikan terpapar atau tidak Covid-19.

Sementara ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melarang pedagang reaktif berjualan, dan melakukan isolasi mandiri sampai hasil swab keluar, positif atau negatif Covid-19. “3 orang sudah diuji swab dan menunggu hasil. Sementara itu, 4 orang masih kita lakukan pendekatan persuasif untuk uji swab. Karena, sejauh ini masih keberatan,” ujar Tedjo, sapaan akrabnya, Jumat (10/7/2020).

Untuk pedagang yang enggan uji swab, kata Mantan Direktur RSUD masih terus melakukan pendekatan persuasif. “Tidak perlu takut dan khawatir diuji swab, kalau positif tinggal pengobatan saja. Dan, sudah banyak yang sembuh. Mendingan diswab, sehingga diketahui pasti terpapar atau tidak. Ini demi kebaikan dan keamanan pedagang dan keluarga serta masyarakat Prabumulih umumnya,” kata dia.

Hal itu, kata Tedjo merupakan upaya tracking dilakukan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi untuk memutus mata rantai Covid-19, sekarang ini masih masa pandemi. “Tracking terus kita lakukan lewat rapid test khususnya di tempat-tempat keramaian. Makanya, kita imbau patuh protokol kesehatan agar tidak terpapar. Karena, hanya patuh dan taat bisa terbebas dari Covid-19,” sebutnya.

Selain itu, pesannya, jika keluar rumah hendaknya memakai masker, rutin cuci tangan, jaga jarak, dan lainnya. “Intinya, terapkan PHBS. Tingkatkan imunitas dengan olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi,” tukasnya.

Dijelaskannya, untuk perkembangan Covid-19 di Prabumulih relatif stagnan, belum ada penambahan kasus baru. “Dari Gugas Covid-19 Provinsi, terdata 3 kasus positif. 4 meninggal, dan 32 sembuh. Sehingga, total kasus di Prabumulih tetap 39. Dan, Prabumulih sempat zona merah, ke kuning dan terakhir hijau. Adanya, 2 kasus tersebut kembali kuning,” pungkasnya. (03)

 

Komentar

News Feed