oleh

Kasi Paud Diduga Minta Jatah BOP. Yuni Mengaku Namanya Dicatut

PRABUMULIH – Usai pencairan dana Bantuan Operasional PAUD (BOP), nama Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih diduga dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya usai pencairan, beredar isu bahwa Kasi PAUD minta jatah sebesar 10 persen dari BOP yang dicairkan.

Informasi ini mulai merebak dilingkungan Kerjanya hingga membuat dirinya tidak nyaman. “Aku sudah denger informasi itu, bahkan aku heran banyak yang mengatakan aku minta jatah, padahal akhir akhir ini aku sering Dinas Luar (DL) untuk memenuhi kebutuhan dan urus masalah inilah,”jelas Kasi PAUD Disdikbud, Yuniarti SPd.

Menurut informasi yang didapat, ada salah seorang staf yang datang ke beberapa PAUD untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) mengenai pencairan dana BOP dan penggunaannya. Hal ini memang rutin dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari pengelolaan dana BOP yang harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun hal tersebut dibantah oleh ibu tiga anak ini, karena dirinya selalu melakukan pemeriksaan laporan di Kantor sebelum terjun langsung ke lapangan untuk menyesuaikan antara laporan pengelola PAUD dengan realisasi peruntukan dana BOP

“Biasanya saya akan melaksanakan monev usai pemeriksaan laporan, kami baru berencana mau lakukan monev, namun sudah ada yang mencatut nama saya,”elaknya.

Diketahui Pencairan dana BOP hanya digunakan untuk siswa kurang mampu. Bahkan sesuai aturan yang ada, pihak PAUD benarbenar idak boleh dipungut biaya untuk seragam dan kebutuhan permainan dan belajar siswa di sekolah. Selain itu berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pencairan dana BOP tidak langsung 100 persen, melainkan dibagi per semester.

“50 persen dibayar semester 1 lalu pembuatan laporan akan menjadi rujukan untuk pencairan dana BOP ditahun selanjutnya. Karena itu kita kerja keras untuk melakukan pembinaan agar penggunaan dana BOP oleh pihak PAUD sesuai dengan peruntukannya,”bebernya.(05)

Komentar

News Feed