oleh

Kasdam II/SWJ : Kodam Kehilangan Prajurit Terbaik

PRABUMULIH – Pemakanan Sertu Anm Rikson Edi Candra, Anggota Yonkav 5/DPC gugur dalam tugas pengamanan di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua telah dilakukan pada Jumat (30/8) di TMP Kesuma Bangsa diirupi Kasdam II/SWJ, Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han).

Pemakanan secara kedinasan militer dilakukan, sebagai penghormatan terakhir kepada Sertu Anm Rikson sebagai prajurit terbaik. Pantuan koran ini, pemakamannya diwarnai kesedihan dan isak tangis kelurga dan juga rekan sejawatnya. Tembakan salvo dilepaskan personel Yonkav 5/DPC juga mengiring pemakaman Sertu Anm Rikson disertai pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berduka.

Kasdam II/SWJ, Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han) menerangkan, kepergian Sertu Anm Rikson, salah satu prajurit terbaiknya membuat Kodam II/SWJ berduka. “Kita kehilangan prajurit terbaik, Sertu Anm Rikson gugur dalam tugas pengamanan di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua. Atas pengabdiannya diberikan kenaikan pangkat setingkat dari Serda menjadi Sertu Anm,” ujarnya kepada sejumlah awak media usai pemakaman, Jumat lalu (30/8).

Bagi keluarga, kata dia, Asabri memberikan santunan sekitar Rp 400 juta. Demikian juga, jajaran Kodam II/SWJ mulai dari Pangdam, Kasdam, dan jajaran juga memberikan santunan kepada keluarga Sertu Anm Rikson. “Untuk prioritas masuk TNI, anak Sertu Anm Rikson masih kecil. Tetapi, tetap kita jalan komunikasi. Apalagi, rumahnya tidak jauh dari Yonkav 5/DPC,” sebut Jenderal Bintang Satu ini.

Sebutnya, semoga keluarga Sertu Anm Rikson diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Sertu Anm Rikson, prajurit terbaik seluruh jajarannya juga kehilangan. “Sebenarnya, ada 5 prajurit Kodam II/SWJ ditugaskan pengamanan. 3 diantaranya di Kodam 17/Cendrawasih, Sertu Anm Rikson meninggal tengah melakukan pengamanan di Kantor Bupati Deiya, Provinsi Papua setelah dirawat di RSUD Paniai terkena panah perusuh,” bebernya.

Ia pun berharap, masalah di Papua segera selesai. Sehingga, tidak ada lagi prajurit khususnya prajurit Kodam II/SWJ meninggal sia-sia karena konflik tersebut. “Kita doakan, masalah di Papua segera tuntas,” tukasnya. Sementara itu, Suwandi, ayah Sertu Anm Rikson menerangkan, sudah ikhlas kehilangan anak keduanya karena pengabdiannya menjalankan tugas sebagai prajurit.

“Harapan kita, konflik di Papua bisa diselesaikan pemerintah. Sehingga, tidak ada korban jiwa seperti kita alami. Saya ikhlas, anak saya jadi korban ketika menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara,” terangnya. Suwandi mengharapkan, berharap adanya ucapan belasungkawa dari Pemerintah. Khususnya, dari Presiden RI atas meninggalkan putra keduanya tersebut.

“Kita masih menunggu ucapan belasungkawa dari Presiden, atas meninggalnya Sertu Anm Rikson. Meninggal dalam tugas, meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Kita tidak banyak berharap, hanya itu saja,” terangnya. (03)

Komentar

News Feed