oleh

Karet Mati Akibat Jamur

Pemdes Bakal Gelar Penyuluhan

SINAR RAMBANG – Penghasilan masyarakat dari getah karet turun drastis. Betapa tidak, selain harga murah kondisi kemarau ini hasil getah petani menyusut.

Tak sampai disitu, harga getah murah dan hasil getah menyusut diperparah dengan banyaknya batang karet yang mati akibat penyakit jamur.

“Banyak kebun warga mati terkena jamur, petani karet sudah mengeluh saat ini,” kata Kepala Desa Sinar Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah Indarqo.

Agar petani di Desa Sinar Rambang tak kian menjerit, Pemerintah Desa akan mengadakan penyuluhan tentang penanggulangan jamur karet. “Insyallah hari Jumat (20/9) kami akan mengundang petani, dan mendatangkan penyuluh dari Dinas Pertanian Kota,” ujar Indarqo.

Selain dari dinas pertanian, nantinya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga akan menjadi narasumber dalam penyuluhan tersebut. “Mudah-mudahan nanti batang yang masih ada tak terkena jamur, dan akan terus menghasilkan. Karena tak dipungkiri karet masih menjadi salah satu penghasilan utama warga,” terangnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pertanian Drs Syamsurizal SP melalui Munzir SP menyampaikan penyakit jamur memang menjadi ancaman bagi petani karet. Terlebih dibeberapa wilayah di Kota Prabumulih sudah banyak karet yang mati karena terserang penyakit jamur Pestalotiopsis sp .

“Banyak yang terserang penyakit ini, gugurnya mulai dari 40 persen – 80 persen,” kata Munzir SP yang juga merupakan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).(08)

Komentar

News Feed