oleh

Kapolsek ‘Palsu’ Pintai Lurah-Camat Uang

PRABUMULIH – Sejumlah Lurah Camat di Kecamatan Prabumulih Utara dan Kecamatan Prabumulih Barat resah. Beberapa hari terakhir, mereka mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sofyan Afandi SH-yang belum lama menggantikan AKP Alfian Nasution SH. Si kapolsek palsu tersebut memintai para lurah dan camat sejumlah uang.
Lurah Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat Helman Agus SE Msi mengungkapkan, dirinya menerima telepon setelah dua pekan AKP Sofyan menjabat sebagai Kapolsek Prabumulih Barat. Ketika itu, dalam sambungan telepon oknum tersebut langsung memperkenalkan diri sebagai kapolsek lengkap dengan pangkat dan nama.
“Nama dan pangkatnya benar, tapi herannya dia (penelepon, red) dalam percakapan itu meminta bantuan transfer dana ke rekening dan meminta untuk segera dikirim sebanyaknya,” bebernya kepada koran ini kemarin.
Alasannya kata Helman, untuk membantu biaya operasional penyerahan tiga unit kendaraan yang diterima oleh Polsek Prabumulih Barat dari Polda Sumsel. “Butuh biaya untuk konsumsi ongkos dan sebagainya. Jelas kita tidak percaya, dia sempat ngotot tapi saya bilang akan koodinasi langsung dengan Kepolisian, kemudian langsung ditutup,” tuturnya.
Dituturkan Helman, selain dirinya, di Kecamatan Prabumulih Barat setidaknya ada lima lurah termasuk camat yang juga mendapat telepon dari kapolsek palsu tersebut. “Untung tidak ada yang tertipu. Kemudian juga kita heran kok nomor kita lengkap nama lurah nama, kapolsek dia lengkap,” imbuhnya menuturkan pihaknya sudah mengkonfirmasi kebenaran pencatutan tersebut ke Babinsa setempat.
Senada disampaikan Lurah Kelurahan Wonosari Arfendi Anwar, dan Camat Prabumulih Utara Masayu Maznah Syafariah BA. Keduanya menerima telepon dengan nomor yang sama, dan mencatut nama Kapolsek dan Wakapolsek.
“Mintanya Rp20 juta, katanya mau ada kegiatan minta bantuan pinjam dana sementara dan harus segera dikirim. Tapi tidak percaya, karena tidak mungkin kapolsek atau wakapolsek meminta-minta, satu nomor teleponnya sama 081294772901. Kemudian setelah ditelepon balik sudah tidak aktif,” beber keduanya.
Masayu menambahkan dengan ulah oknum tersebut pihaknya langsung disampaikan dengan kepolisian setempat. “Sudah kami sampaikan, karena ini sudah meresahkan. Hampir rata-rata Lurah kami ditelepon, dengan modus yang sama mencatut nama Kapolsek Wakapolsek dan setelah dikonfirmasi itu tidak benar,” lanjut Masayu menambahkan satu nomor lagi menelepon dirinya dengan mengatasnamakan Kasat Narkoba.
Sementara itu Kapolsek Prabumulih Barat melalui Kanit Intel Polsek Prabumulih Barat Ipda Ferry didampingi Kanit Binmas Aipda Heryadi mengutarakan jika pihak Polsek sudah mengimbau masing-masing Camat Lurah untuk tak percaya dengan siapapun yang mencatut nama pejabat ditubuh kepolisian. “Nomor kapolsek kami sudah diberikan ke masing-masing Lurah Camat, jika ada yang mengaku diluar itu kami pastikan bukan kapolsek kami,” tukasnya saat menerima keluhan dari Camat dan Lurah di Kelurahan Wonosari.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH yang dibincangi terpisah memastikan bahwa Kapolsek Prabumulih Barat tidak pernah menelpon apalagi sampai meminta uang ke para lurah dan camat.
Jikapun ada yang menelepon ia memastikan bahwa itu adalah kapolsek palsu alias oknum pelaku pencatutan nama.
“Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya jika ada yang meminta uang atau barang baik melalui medsos, telepon atau SMS yang mengatasnamakan pejabat baru kita baik itu Kapolsek-kapolsek atau juga mengatasnamakan kasat yang baru sekarang ini,” ujar AKP Eryadi Yuswanto SH seraya mengaku sudah mendapatkan informasi terkait adanya si penelepon gelap yang mengaku sebagai Kapolsek ke beberapa pejabat di Pemkot Prabumulih saat dikonfirmasi kemarin (6/4).
Terlebih, kata Eryadi, si penelepon gelap tersebut mengaku atas perintah Kapolres Prabumulih. “Kepada masyarakat Prabumulih diimbau jangan sampai tertipu oleh telepon oknum tak bertanggungjawab itu dan harus waspada, khususnya para pejabat. Kita akan melakukan pengusutan lebih lanjut terkait kejadian ini,” tegasnya.
Perwira yang sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 1 Subdit 3 di Polda Sumsel ini juga menyampaikan, bahwa bagi masyarakat baik pengusaha dan pejabat pemerintah daerah, apabila mendapati modus seperti itu diharapkan segera melapor dan konfirmasi langsung kepada pihak Polres Prabumulih.
“Iya kita harapkan juga kedepan bila ada seseorang yang menelpon menggunakan nomor handphone yang tak dikenal dan mengaku sebagai pejabat manapun agar di klarifikasi terlebih dahulu,” tuturnya.
Dilanjutkan dia, sejauh ini akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab merugikan masyarakat Prabumulih belum menerima adanya laporan baik itu dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat yang menjadi korbannya.
“Belum ada namun ini harus cepat kita antisipasi. Terpenting, adalah untuk bisa cepat melapor dan berkoordinasi tentang apapun ke kepolisian,” tandasnya. (05/Mg03)

News Feed