oleh

Kantor Capil Bakal Pindah ke Kantor Wako Lama. Pemkot Minta Perstujuan Dewan

-Metropolis-108 views

PRABUMULIH – Pemerintah Kota (pemkot), berencana untuk memindahkan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Kantor Wali Kota lama. Terkait rencana ini, Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM menijau kantor Wali Kota lama yang berada di Jalan Sudirman samping DPRD, atau tepatnya dikantor PD Petro Prabu.

Dibincangi Rabu (4/9), Ridho menyampaikan bila rencana pemindahan tersebut tindak lanjut dari permintaan Ombudsman. “Ombudsman meminta untuk kantor pelayanan publik ditengah kota,” kata Ridho. Selama ini terang dia sudah banyak keluhan dari masyarakat akibat jauhnya kantor Capil yang berada di gedung Pemkot Sindur. “Banyak keluhan masyarakat, terlalu jauh ke sana untuk KTP, KK dan sebagainya,” terangnya.

Dengan dipindahkan di Kantor Wali Kota lama, ungkap Ridho masyarakat akan lebih mudah membuat dokumen penduduk. “Jadi semua pelayanan capil nanti disini, mulai dari KTP, KK, Akte semuanya,” ungkapnya. Pemkot lanjut Ridho, akan segera melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk meminta izin penempatan gedung. Hal itu dilakukan, mengingat peruntukan gedung wali kota lama diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang pusat pemerintahan yakni kantor Wako dan Wawako.

“Segera kita surati, karena inikan perdanya belum direvisi. Mungkin kalau sudah ada surat, dari dewan menyetujui kita pindah sini. Kita izin dulu jangan sampai dewan tersinggung,” ungkapnya. Disinggung kemungkinan kendala pemindahan, mengingat untuk memindahkan sarana terutama peralatan Capil tidaklah mudah. Menutut Ridho itu bisa diatasi. “Tidak, kalau ada anggaran kita siapkan,” tukasnya yang juga didampingi Kepala Dinas Dukcapil Haryadi SH MM.

Ketua DPRD H Ahmad Palo SE, dikonfirmasi terpisah mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut. Apalagi bila pemindahan, merupakan saran dari ombusdman yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. “Kita lihatlah nanti seperti apa, karena selain untuk pelayanan masyarakat juga memang ada Perda itu. Akan kami musyawarahkan sejauh mana kepentingannya, kalau memang sangat ya tentu (disetujui), apalagi ada saran untuk pelayanan publik,” kata Palo.

Lalu, apakah nantinya perda yang sudah ada akan direvisi? Atau status pemindahan kantor capil sebatas pinjam pakai? “Nanti kita lihat, karenakan kantor itu luas. Apakah sebagian atau dipakai semua. Karena akan kita tinjau dengan perda yang ada,” pungkasnya. Sementara itu, sejumlah masyarakat yang sudah mengetahui rencana pemindahan kantor Capil menyambut baik. Bahkan berharap, pemindahan dilakukan dalam waktu dekat. “Ini yang sudah kami tunggu, kami warga agak sungkan nak ke Capil yang di Pangkul. Selain habis minyak, jaraknyo jauh. Kami warga banyaklah dak biso naik lift ke lantai 7, jadi kadang banyaklah warga yang naik tanggo,” kata Erni dan sejumlah warga lainnya. (08)

Komentar

News Feed